Kisah Perburuan Kahar Muzakkar, Pemberontak yang Disebut-sebut Kebal dan Bisa Hilang

okezone.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Menjelang akhir Ramadhan, tepatnya 2 Februari 1965, empat kompi dari Batalyon Infanteri 330/Para Kujang I Kodam Siliwangi dikerahkan dalam Operasi Kilat untuk mengepung kawasan hutan di sekitar Sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara. Di wilayah inilah Abdul Kahar Muzakkar, tokoh pemberontak yang paling diburu pemerintah, terdeteksi keberadaannya.

Yonif 330/Para Kujang I berada di bawah komando Mayor Yogie S Memet dan diperbantukan Kodam Hasanuddin yang dipimpin Kolonel M Jusuf. Operasi pengepungan terhadap Kahar dipimpin Kolonel Solichin GP.

Operasi Kilat juga melibatkan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Keterlibatan pasukan elite Baret Merah ini dimaksudkan untuk mempersempit peluang pelarian Kahar beserta pengikutnya.

Baca Juga :
Jenderal Kopassus Tegaskan Komitmen TNI dalam Setiap Penanganan Bencana

Seluruh akses di sekitar gunung yang menjadi tempat persembunyian pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Sulawesi Selatan itu dikepung.

Kahar Muzakkar disebut memiliki kesaktian, konon mampu menghilang dan kebal terhadap peluru. “Tepat pukul 04.00 subuh, satu peleton pasukan Kujang I mulai bergerak melakukan penyusupan senyap hingga jarak sangat dekat tanpa diketahui lawan,” kata Iwan Santosa dan EA Negara dalam buku ‘Kopassus untuk Indonesia: Profesionalisme Prajurit Kopassus’, dikutip Rabu (18/2/2026).

Perjalanan Kahar hingga menjadi buronan negara berlangsung panjang. Pria dengan nama kecil La Domeng itu mulai menempuh jalan pemberontakan sejak 1952 dengan bergabung ke DI/TII bentukan SM Kartosoewirjo.

Baca Juga :
Kisah Heroik Kopassus dan Marinir Rebut Benteng Pemberontak Permesta di Gunung Potong


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Progres Pembangunan Huntara dan Huntap untuk Korban Bencana Sumatera
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Putaran Kedua Perundingan AS–Iran Berakhir, Teheran Gelar Latihan Tembak dan Tutup Selat Hormuz
• 53 menit laluerabaru.net
thumb
Purbaya Menolak Usulan IMF, Tarif Pajak RI Tetap Stabil
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Reformasi SDM Kejaksaan Berbuah Peningkatan Kepercayaan Publik, ST Burhanuddin Akui Masih Ada Jaksa Terjaring OTT
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Harga Beras Turun diikuti Bawang, Cabai hingga Daging Sapi, Cek Daftarnya
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.