Grid.ID - Beberapa waktu lalu, warga Ciamis sempat viral usai mengadu ke media sosial yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat terkait soal dirinya yang tak bisa membayar mobil desa untuk membawa lansia yang sakit. Dan siapa sangka, aduan dari warga Ciamis itu terdengar dan Dedi Mulyadi beri respon.
Ya, Dedi Mulyadi beri respon melalui unggahan video di Instagram pribadinya. Dimana sang Gubernur memohon maaf kepada warga Ciamis tersebut terkait pelayanan desa di wilayah kepemimpinannya yang tak optimal.
Alhasil, mobil ambulans yang harusnya bisa dipakai warga untuk hal-hal penting justru sulit dijangkau.
“Ini ada satu postingan saya mohon maaf, masih ada desa yang belum menggunakan ambulans desanya dengan optimal untuk kepentingan warga,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu (18/2/2026).
Lebih lanjut Dedi juga tak memungkiri terkait permasalahan pelayanan kesehatan Mobil Desa seperti yang terjadi di Desa Hegarmanah, Ciamis itu juga terjadi di desa lainnya di Jawa Barat. Kuat dugaan, hal itu dikarenakan beberapa faktor.
Yang pertama yakni sopir ambulans yang sering kali tidak memiliki honor yang memadai. Dan yang kedua terkait soal BBM Mobil Desa yang juga sering kali tidak tersedia.
Kendati demikian, Dedi Mulyadi mencoba menawarkan solusi atas permasalahan tersebut. Yakni dengan program bernama Rereongan Sapoe Sarebu.
Dimana uang yang terkumpul nantinya bisa digunakan untuk membantu satu sama lain. Termasuk di dalamnya untuk BBM ambulans dan transportasi honor sopir.
“Menurut saya hal ini bisa terantisipasi dengan Rereongan Sapoe Sarebu, sehingga warga bisa mengumpulkan sehari Rp1000.
Dan uangnya bisa digunakan untuk saling membantu satu sama lain ketika ada warganya yang mengalami masalah. Termasuk di dalamnya untuk BBM ambulans dan transportasi honor sopir,” ungkap Dedi Mulyadi.
Meski begitu, terkait kasus warga Ciamis yang mengadu kepadanya, ia akan berupaya untuk sesegera mungkin menghubungi Kepala Desa Hegarmanah tersebut untuk mengetahui faktor penyebab di balik peristiwa itu terjadi.
“Mohon maaf masih ada ketidaknyamanan dalam pelayanan kesehatan di desa, hatur nuhun,” tandas Dedi Mulyadi.
Sementara itu, sebelum Dedi Mulyadi beri respon, kasus tersebut bermula dari warga Ciamis yang mengadu ke Dedi Mulyadi itu diketahui bernama Alma. Yang merupakan warga di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Dalam pengakuannya, Alma mengaku terpaksa membawa kedua lansia itu memakai sepeda motor karena jarak desa ke rumah sakit terdekat kira-kira 28 kilometer. Ia juga mengaku terpaksa melakukan hal demikian karena mobil desa menerapkan tarif mahal.
Yakni sekitar Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu. Dan diakui Alma dirinya sudah lama menyimpan perasaan kesal kepada pemerintah di desanya itu yang menurutnya kurang dalam hal melayani masyarakat.
Alhasil, langkah terakhir yang bisa dilakukan Alma yakni mengadu ke Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat untuk mengaudit pemerintah di desanya.
"Coba diaudit ka dieu Pak Dedi, diaudit Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis," imbuh Alma dikutip dari TikTok @missalma89.
Tak berhenti sampai di situ, Alma juga mengaku sudah lelah bersabar. Pasalnya, setiap dirinya melontarkan kritikan, dirinya malah mengalami intimidasi dari oknum aparat di desanya tersebut.
"Abdi tos capek, upami nyarios sok dihakimi Pak Dedi, abdi teh sok disalah-salahkeun (Saya sudah capek jika berbicara malah dihakimi dan disalahkan)," tandas Alma. (*)
Artikel Asli




