AS Kerahkan 50 Jet Tempur ke Timur Tengah

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Washington DC

Penempatan armada udara besar-besaran ini terjadi di tengah tenggat waktu dua minggu Presiden Trump terkait program nuklir Iran.

Amerika Serikat melakukan pergerakan kekuatan militer signifikan dengan mengerahkan lebih dari 50 jet tempur canggih menuju Timur Tengah dalam 48 jam terakhir. 

Langkah ini muncul di tengah momentum krusial negosiasi program nuklir Iran yang tengah berlangsung Rabu 18 Februari 2026.

jet tempur siluman F-35A di sebuah pameran dirgantara di Florida, AS (Foto: AFP)

Berdasarkan data pelacakan penerbangan sumber terbuka (open-source) dan konfirmasi seorang pejabat AS kepada Axios, armada yang dikirim mencakup jet tempur siluman F-35A Lightning II, jet supremasi udara F-22 Raptor, F-16 Fighting Falcon, hingga pesawat peringatan dini E-3 Sentry.

Pengiriman skala besar ini dipandang sebagai peningkatan kampanye tekanan militer yang digunakan Presiden Donald Trump sebagai daya tawar dalam upaya diplomatik paralel dengan Teheran.

Mobilisasi Lintas Atlantik

Analis intelijen open-source, Oliver Alexander, mendokumentasikan pergerakan ini melalui transmisi ACARS yang menunjukkan sejumlah F-35 melakukan persinggahan di Pangkalan Udara Lajes, Azores, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Eropa dan Timur Tengah.

Laporan teknis menunjukkan mobilisasi ini melibatkan:

•    12 unit F-22 Raptor dari Sayap Tempur ke-1 di Langley, Virginia.

•    12 unit F-16CJ dari Sayap Tempur ke-169 "Swamp Foxes" South Carolina.

•    Puluhan jet F-16 tambahan dari pangkalan di Italia dan Jerman yang dikawal oleh pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker langsung menuju pangkalan di Timur Tengah.

Kehadiran udara ini memperkuat armada laut yang sudah siaga, termasuk gugus tugas kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada sekitar 700 kilometer dari pesisir Iran, serta pengiriman kapal induk kedua yang dilakukan akhir pekan lalu.

Tenggat Waktu Dua Minggu

Lonjakan kekuatan udara ini terjadi saat Presiden Trump mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer terhadap infrastruktur nuklir Iran. 

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan pada hari Kamis bahwa keputusan final akan diambil dalam waktu dua minggu.

"Berdasarkan fakta bahwa ada peluang untuk negosiasi substansial dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan lanjut (ke tindakan militer) atau tidak dalam dua minggu ke depan," ujar Leavitt menyampaikan pesan langsung dari Presiden Trump.

Leavitt menekankan bahwa meskipun Trump selalu mengedepankan diplomasi, ia "tidak takut menggunakan kekuatan jika diperlukan" untuk menjamin Iran tidak mampu membangun senjata nuklir.

Diplomasi di Jenewa

Di sisi lain, tekanan militer ini menjadi latar belakang bagi putaran kedua pembicaraan yang dimediasi Oman di Jenewa. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menggambarkan dialog terbaru sebagai langkah yang "lebih konstruktif."

"Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan mengenai serangkaian prinsip panduan untuk kesepakatan yang lebih luas," lapor televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan Araghchi.

Meski kemajuan dilaporkan terjadi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menegaskan bahwa pencabutan sanksi ekonomi harus menjadi bagian integral dari kesepakatan apa pun. 

Washington sendiri telah mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Jenewa untuk memantau langsung jalannya negosiasi tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tessa Mariska Bongkar Sosok Ayah Biologis Ressa? Sebut 99 Persen Mirip Rapper Ini!
• 22 jam lalugrid.id
thumb
DPR Dukung Larangan Sweeping Rumah Makan Selama Ramadan
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Mutasi Eselon III di Palopo: Wali Kota Naili Lakukan Perombakan Strategis di Tengah Momentum Ramadan
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Penelitian: Menulis Tangan Mengaktifkan Potensi Otak, Lebih Unggul daripada Mengetik di Komputer
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
KPK Minta Menag Nasaruddin Jelaskan soal Dugaan Gratifikasi Private Jet
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.