Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) bersama beberapa menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Pertemuan itu mengawali agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat.
Pertemuan itu, yang disebut sebagai 'Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia', digelar menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) yang juga menjadi salah satu agenda utama lawatan Presiden Prabowo di Washington DC.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, menjelaskan pertemuan itu menjadi kesempatan bagi komunitas usaha dua negara untuk memanfaatkan perjanjian timbal balik yang nantinya akan ditandatangani bersama-sama oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr.
"Kita ketahui trade (nilai perdagangan dua negara) ini bagus, sudah US$45 miliar dolar AS. Tujuannya (ada perjanjian ART,) dibikin supaya lebih seimbang. Tentu ini akan memberikan banyak kesempatan bagi pengekspor Indonesia, terutama di bidang sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik, juga bagi pengusaha Amerika di bidang kapas, gandum, dan juga soybean," ujar Anindya, di Washington DC, Dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
"Nah, tetapi bukan itu saja, dengan kita bisa di sini memikirkan apa investasi yang bisa dibawa ke Indonesia karena investasi akan sangat berarti untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga memanfaatkan momentum yang ada," tambahnya.
Pada kesempatan sama, Anindya menjelaskan komunitas-komunitas usaha AS yang ditemui Presiden Prabowo, seluruhnya merupakan mitra Kadin Indonesia. "Semua ini adalah mitra kerja sama dengan Kadin, di mana bulan Mei 2025 kita sudah tanda tangani (dokumen kerja sama) dengan US Chamber (USCC), US-ASEAN, dan juga (kami) punya hubungan panjang dengan USINDO," kata Anindya.
Diketahui, Presiden Prabowo dan Presiden Trump dijadwalkan meneken dokumen perjanjian timbal balik, yang turut mencakup ketentuan mengenai tarif, saat keduanya melaksanakan pertemuan bilateral di Washington DC.
Presiden Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS sekitar pukul 16.49 waktu setempat, didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.





