Polisi Lakukan Penyekatan untuk Cegah Tawuran dan SOTR di Pademangan

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Polsek Pademangan, Jakarta Utara, melakukan penyekatan di sejumlah lokasi perbatasan serta patroli wilayah untuk mencegah tawuran dan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Kapolsek Pademangan Kompol Immanuel Sinaga mengatakan “Kami mendirikan pos pantau yang akan ditempati personel kepolisian, TNI, serta ormas untuk menjaga keamanan, ketertiban, masyarakat selama bulan Ramadan,”.

Pengamanan dilakukan melalui kolaborasi tiga pilar, yakni kecamatan, Koramil, serta perangkat wilayah seperti LMK, FKDM, Karang Taruna, dan unsur masyarakat lainnya.

“Ini sesuai dengan arahan Kapolda Metro Jaya agar bersama-sama dengan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” ujarnya.

Polsek Pademangan mendirikan empat pos pemantauan di Jalan Gurun Sahari dekat Maspion, Jalan Benyamin Sueb, kawasan Bintang Mas, dan dekat Masjid Keramat.

Lokasi tersebut berbatasan dengan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta tergolong rawan tawuran karena menjadi daerah perlintasan.

Polisi juga melibatkan RT dan RW untuk melakukan sosialisasi agar warga tidak terlibat tawuran maupun SOTR.

Patroli rutin dilakukan dan remaja yang masih berkeliaran di atas pukul 00.00 WIB akan dibawa ke Polsek untuk dibina.

“Ini sebagai efek jera agar tidak ada lagi anak yang keluyuran malam hari dan berujung pada aksi tawuran,” kata Immanuel.

Orang tua, guru, Ketua RT, dan Ketua RW diwajibkan menjemput anak tersebut keesokan harinya sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Wilayah Pademangan disebut sering menjadi lokasi tawuran pelajar maupun antar kampung karena merupakan daerah perlintasan antarwilayah.

Tawuran kerap dipicu saling ejek di media sosial, perang sarung, hingga bermain petasan yang berujung perkelahian.

“Jadi saat akan masuk ke wilayah langsung kita hadang dan suruh putar balik,” tegasnya.

Langkah penyekatan dilakukan untuk mencegah potensi tawuran yang dapat melibatkan senjata tajam dan menimbulkan korban jiwa.

“Kami tidak ingin itu terjadi dan kami kumpulkan seluruh pihak terkait, masyarakat untuk menyamakan visi agar hal ini tidak terjadi,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Purwakarta Gandeng EWINDO, Perkuat Regenerasi Petani
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Harmoni Miniatur Indonesia, Mengelola 70 Ribu Tenaga Kerja Multikultur Jadi Kunci Produktivitas PTPN
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
BPS Mulai Ground Check PBI Nonaktif, Warga Diminta Berikan Data Akurat
• 1 jam lalukompas.com
thumb
DPR Minta Menhub Kaji Larangan Mudik Pakai Motor
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penumpang MRT Jakarta boleh minum dan makan kurma usai adzan Maghrib
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.