Transaksi di Kampung Ramadan Jogokariyan Ditaksir Capai Rp400 Juta per Hari

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kampung Ramadan Jogokariyan 1447 Hijriah kembali digelar dengan melibatkan 400 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengisi Pasar Sore di sepanjang Jalan Jogokariyan, Kota Yogyakarta.

Berdasarkan estimasi panitia, potensi perputaran ekonomi selama Ramadan diperkirakan mencapai Rp120 juta hingga Rp400 juta per hari.

Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan, Muhammad Falah Akbar, mengatakan jumlah pedagang tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

“Untuk pedagang kita tahun ini ada di angka 400. Tahun lalu 350, jadi meningkat ada 50 tambahan lapak untuk pasar sore,” ujarnya kepada awak media, Rabu (18/2).

Falah menjelaskan, panitia melakukan riset internal untuk menghitung potensi omzet pedagang selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, satu pedagang diperkirakan dapat meraih omzet harian berkisar Rp300.000 hingga Rp1.000.000.

“Satu pedagang itu mungkin seharinya bisa Rp300.000 sampai Rp1.000.000 omzetnya. Nah itu dikalikan saja 400,” katanya.

Dengan asumsi omzet terendah Rp300.000 per pedagang, total transaksi harian diperkirakan mencapai Rp120 juta. Sementara jika rata-rata omzet pedagang mencapai Rp1.000.000 per hari, perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung diperkirakan dapat menembus Rp400 juta per hari.

Kampung Ramadan Jogokariyan tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-22 dan bertepatan dengan usia ke-60 Masjid Jogokariyan. Selain Pasar Sore, rangkaian kegiatan juga meliputi kajian keagamaan untuk berbagai kelompok usia serta program berbuka puasa bersama.

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Sukamto, menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Masjid Jogokariyan bukan sekadar tempat jual-beli, tetapi ruang tumbuhnya UMKM dan distribusi rezeki yang berkeadilan,” ujarnya.

Perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, juga menyampaikan pesan terkait pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan pengunjung setiap harinya.

“Ramainya pengunjung adalah berkah, tapi harus diiringi disiplin menjaga kebersihan karena banyak tamu dari luar daerah datang ke sini,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan Petasan di Situbondo Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tutup Masa Sidang, Puan Tegaskan Peran Indonesia di Board of Peace Harus Berpijak pada Politik Bebas Aktif
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ini 8 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa, Kamu Wajib Tahu
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Tayang 2026, First Look Film Gak Ada Matinya: Oki Rengga Kaget Ayahnya Hidup Lagi
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dalam Sekejap, Gudang Ban di Bintaro Tinggal Rangka dan Abu Usai Terbakar
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.