Bisnis.com, SAMARINDA — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas harga pangan saat Ramadan dan Idulfitri.
Strategi tersebut difokuskan pada penguatan aspek 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif sebagaimana disepakati dalam High Level Meeting (HLM) gabungan yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada 18 Februari 2026.
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menegaskan, memasuki periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), TPID harus bergerak cepat mengimplementasikan program kerja untuk menjaga stabilitas harga pangan strategis.
"Koordinasi antarlembaga dengan mengacu pada aspek 4K menjadi kunci utama dalam mengendalikan inflasi daerah menjelang Ramadan dan Idulfitri," kata Mudyat Noor dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Sebagai wujud konkret, TPID Kabupaten Penajam Paser Utara telah melaksanakan serangkaian program antisipasi, di antaranya monitoring terpadu pada pasar tradisional dan toko modern menjelang bulan suci Ramadan (9 dan 12 Februari 2026), Operasi Pasar Murah di Kecamatan Sepaku (27 Januari 2026), serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Karang Jinawi (10 Februari 2026) dan Desa Bukit Subur (12 Februari 2026).
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menekankan bahwa operasional program Satuan Pangan dan Gizi Gratis-Makan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) yang meningkat pada 2026 perlu dimitigasi secara komprehensif.
Baca Juga
- Kredit Melejit 19,62% di Kota Penunjang IKN Nusantara pada 2025, Capai Rp41,68 Triliun
- Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2025 Melambat Meski Ada IKN, Konstruksi Terkontraksi
- Lima Provinsi Kalimantan Kompak Tumbuh Positif pada 2025
"Operasionalisasi SPPG-MBG yang akan meningkat pada tahun ini perlu dimitigasi untuk meminimalkan risiko terjadinya gejolak harga, terutama menjelang periode HBKN seperti Ramadan dan Idulfitri," ujarnya.
Dia menambahkan, kerja sama pasokan dengan produsen dan distributor pangan, serta optimalisasi penggunaan bahan pangan lokal dalam menu MBG menjadi strategi krusial untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di bulan Ramadan.
Robi juga menekankan pentingnya sinergi antarpihak terkait mengingat keterbatasan anggaran daerah akibat pemotongan dana transfer daerah.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud selaku Ketua TPID Balikpapan menyoroti pentingnya penyusunan neraca pangan yang lengkap sebagai fondasi perencanaan menjelang Ramadan.
Neraca pangan disusun dengan memastikan jumlah kebutuhan pangan Kota Balikpapan dan produksi yang dapat dipenuhi dari pasokan lokal, sehingga dapat diidentifikasi potensi defisit yang perlu ditutup melalui pasokan dari luar daerah.
Lebih jauh, Rahmad menekankan perlunya optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam pemenuhan pasokan bahan pangan prioritas dengan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser.
Kerja sama ini juga melibatkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) untuk menjalankan fungsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan.
Menurutnya, pemanfaatan produk pangan lokal dalam program MBG juga perlu ditingkatkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah, sekaligus menjaga stabilitas pasokan di masa puncak permintaan.
Selain itu, sebagai tindak lanjut kegiatan business matching yang telah difasilitasi sebelumnya, HLM TPID menandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara mitra SPPG-MBG dengan produsen dan distributor pangan terpilih untuk mendukung kesinambungan operasionalisasi MBG.
Di Kota Balikpapan, kerja sama melibatkan 5 mitra SPPG-MBG dengan enam produsen dan distributor pangan. Di Kabupaten Penajam Paser Utara, kerja sama melibatkan empat mitra SPPG-MBG dengan satu produsen tahu.
Penandatanganan MoU ini diharapkan mampu menjamin kontinuitas pasokan bahan pangan, khususnya menjelang periode Ramadan dan Idulfitri yang secara historis selalu diikuti oleh lonjakan permintaan dan potensi gejolak harga.
Lebih jauh, Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari memaparkan kontribusi Kabupaten Paser dalam menjaga stabilitas pasokan regional melalui program "Paser BERAKSI" (BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI).
Program ini berhasil mendorong peningkatan produksi telur ayam ras, menjadikan Kabupaten Paser sebagai daerah percontohan pengembangan hilirisasi integrasi unggas secara nasional di bawah Danantara.
Sebagai salah satu sentra produksi produk unggas, Kabupaten Paser berpotensi menjadi penyangga pasokan bagi wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara, terutama di saat permintaan meningkat menjelang Ramadan.
Adapun, Ikhwan menyambut baik penandatanganan kerja sama pasokan dalam HLM sebagai langkah strategis mitigasi risiko gejolak harga.





