Mensos Ingatkan Pendamping PKH Tak Terima Titipan demi Data PBI JK Akurat

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan peringatan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang terlibat dalam proses ground check Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Ia menegaskan agar seluruh petugas bekerja secara profesional dan tidak menerima 'titipan' dari pihak mana pun.

"Saya minta benar-benar bertanggung jawab, tidak subjektif, tidak menerima titipan-titipan dari siapapun agar data kita benar-benar akurat," kata Gus Ipul ditemui di kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).

"Karena para pendamping PKH, petugas-petugas di lapangan ini adalah mata negara, telinga negara, dan mereka yang terdepan mewakili negara," sambungnya.

Baca juga: Pemerintah Gelar Ground Check Data PBI, Pastikan Tepat Sasaran

Saat ini, pemerintah tengah mencanangkan ground check terhadap para peserta PBI JK yang sempat dinonaktifkan. Proses pemutakhiran dilakukan agar penerima bantuan tepat sasaran.

Gus Ipul memastikan, meskipun ada proses verifikasi ulang, kuota atau alokasi PBI tidak akan dikurangi. Anggaran tetap tersedia untuk 96,8 juta penerima manfaat.

"Jadi alokasi PBI ini tidak dikurangi, alokasinya tetap untuk 96,8 juta penerima manfaat. Jadi tetap alokasinya tetapi dialihkan kepada mereka yang memenuhi kriteria sesuai standar yang telah ditetapkan," terangnya.

Gus Ipul mencontohkan kasus warga bernama Ajat yang sebelumnya peserta PBI tapi dinonaktifkan karena masuk desil enam. Melalui sistem ini, warga seperti Ajat bisa melakukan reaktivitas dengan cepat jika data di lapangan membuktikan ia memang berhak.

Baca juga: Walkot Denpasar Minta Maaf ke Prabowo, Akui Keliru Pernyataan soal BPJS PBI

Untuk memutakhirkan DTSEN, pemerintah menyediakan dua jalur pembaruan data. Pertama, jalur formal, yakni melalui pendataan dari tingkat RT/RW, Musyawarah Desa, Dinas Sosial, hingga diolah oleh BPS menggunakan aplikasi SIK-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

Kedua, melalui jalur partisipasi masyarakat. Warga dapat ikut serta melaporkan atau menyanggah data melalui aplikasi 'Cek Bansos', fitur DTSEN, Command Center di nomor 021-171, hingga WA Center di 08877171171.

Gus Ipul menekankan seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat dalam proses pemutakhiran data. Masyarakat hanya perlu melampirkan foto berupa aset maupun bukti token listrik milik keluarga penerima manfaat (KPM) untuk ditindaklanjuti.

"Inilah cara kita untuk memperbaiki data-data yang kita miliki ya. Jadi kami ingin identitasnya yang diusulkan atau yang disanggah bisa diberikan informasi sehingga kita bisa menindaklanjuti," pungkasnya.

Baca juga: Bansos Korban Bencana Sumatera Rp 1,8 T, Gus Ipul: Untuk 1,7 Juta KPM




(zap/zap)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KKP Tebar 100 Titik Budidaya Tematik di Pulau Jawa untuk Stok Lele dan Nila MBG
• 2 jam laludisway.id
thumb
Dugaan Penebangan Hutan jadi Pemicu Banjir Bandang di Guci Tegal, Begini Respons Istana
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Jadi Segini, Manuver Iran Bikin Meroket Harga Minyak Hari Ini (19/2)
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Petani Kopi Aceh Tengah Mulai Berkebun Setelah Dapat Bantuan Irigasi Pascabanjir
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Serial Harry Potter Siap Tayang, Daniel Radcliffe Pesan Jangan Beri Tekanan pada Pemain Baru
• 9 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.