Tel Aviv: Israel tengah mempersiapkan kemungkinan menerima persetujuan dari Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap sistem rudal balistik Iran, menurut laporan penyiar publik Israel, KAN, Rabu kemarin.
Mengutip Anadolu Agency, Kamis, 19 Februari 2026, laporan tersebut menyebut skenario serangan muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kemungkinan Presiden Donald Trump memerintahkan aksi militer terhadap Iran.
Penilaian lembaga keamanan Israel dalam 24 jam terakhir juga menunjukkan meningkatnya peluang terjadinya serangan AS terhadap Iran, lapor harian Haaretz. Evaluasi itu muncul setelah putaran terbaru perundingan nuklir antara Washington dan Teheran.
Media tersebut menyebut bahwa meski Iran menyampaikan pernyataan publik yang optimistis setelah pembicaraan di Jenewa, masih terdapat kesenjangan besar antara kedua pihak, terutama terkait tuntutan AS agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya.
Karena negosiasi dinilai mengalami kebuntuan, Israel memperkirakan Trump dapat beralih ke opsi militer lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Laporan itu juga menyebut kemungkinan militer Israel terlibat langsung dalam operasi melawan Iran tidak dikesampingkan apabila serangan AS benar-benar terjadi.
Selain itu, kedua negara disebut terus meningkatkan koordinasi erat di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, serta pertahanan udara.
Perundingan nuklir Iran terbaru dimediasi oleh Oman di Jenewa pada Selasa lalu, setelah sebelumnya pertemuan juga digelar di Muscat pada 6 Februari.
Persiapan Israel berlangsung bersamaan dengan meningkatnya penempatan militer AS di Timur Tengah, di tengah laporan media Amerika yang menyebut pemerintahan Trump semakin mendekati kemungkinan konfrontasi militer dengan Iran meskipun jalur diplomasi masih berlangsung.
Data dari pemantauan penerbangan yang beredar di media sosial juga menunjukkan bahwa dalam 48 jam terakhir, AS telah mengirim sejumlah jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar di udara, serta pesawat peringatan dini dan kendali udara (AWACS) ke pangkalan mereka di Eropa dan Timur Tengah.
Baca juga: Gedung Putih Tegaskan Trump Prioritaskan Diplomasi dengan Iran




