TABLOIDBINTANG.COM - Rutinitas ngopi sudah jadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Usai sembahyang dan kumpul keluarga, banyak orang memilih duduk santai sambil menyeruput kopi hangat sebelum melanjutkan silaturahmi ke rumah kerabat.
Suasana itu pula yang dirasakan Rudy Widjaja, penerus bisnis legendaris Kopi Warung Tinggi. Di Tahun Kuda Api ini, ia melihat antusiasme masyarakat merayakan Imlek meningkat tajam. Sejak sore hari, kawasan Bundaran HI sudah dipadati warga.
“Kelihatan banget tahun ini booming. Di mana-mana ramai yang merayakan,” ujar Rudy.
Tak hanya di ruang publik, restoran pun diserbu pengunjung. Saat hendak makan malam keluarga di kawasan Emporium Pluit Mall, ia harus rela mengantre panjang.
“Mau makan saja booking-nya setengah mati. Yang antre kira-kira ada 100 orang,” ungkapnya.
Bagi Rudy, Imlek bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen mempererat keluarga. Tahun ini terasa spesial karena bertepatan dengan shio kelahirannya, Kuda.
“Sekarang suasananya sudah terasa kebersamaannya. Bangga jadi bangsa Indonesia,” katanya.
Di tengah kemeriahan Imlek, Rudy memastikan bisnis kopi keluarganya tetap berinovasi.
“Tiap tahun harus ada varian baru. Nggak boleh berhenti berkarya,” katanya.
Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Rudy terus mencari solusi agar produknya tidak ketinggalan zaman.
Salah satu andalannya yang cukup unik adalah kopi "Musang King", sebuah varian dengan kadar kafein tinggi yang seringkali disalahpahami masyarakat namun memiliki khasiat penambah gairah bagi kaum pria.
Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun yang diwariskan keluarganya, ia optimis bisnis kopi legendaris ini akan terus tumbuh dan mengikuti perkembangan zaman, seiring dengan semangat baru di tahun Kuda Api.
"Paling tidak ya tiap tahun ada satu, dua, tiga macam ya itu menambah satu apa... karya saya juga kemajuan perusahaan ini kan. Jadi nggak henti-hentinya ada baru, ada baru. Begitu," pungkas Rudy




