KEJUARAAN Cadet dan Junior Asia 2026 akan menjadi ajang seleksi atlet anggar Indonesia untuk tampil pada Olimpiade Remaja 2026 di Dakar, Senegal. Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-27 Februari 2026 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta. Sebanyak 26 negara dari kawasan Asia dan Oseania ambil bagian dalam turnamen yang menjadi salah satu agenda penting kalender anggar Asia tersebut.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Amir Yanto menegaskan kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pembinaan atlet muda nasional. Menurutnya, hasil yang diraih dalam ajang ini akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan wakil Indonesia ke Olimpiade Remaja di Dakar.
"Ini sebetulnya kejuaraan ini adalah sebagai seleksi peserta untuk Youth Olympic Junior di Dakar tahun 2026 ini. Jadi, saya juga sudah sampaikan kepada para atlet untuk maksimal, tidak boleh rendah diri," kata Amir.
Baca juga : Atlet Muda Indonesia Ardana Cikal Siap Tampil di Kompetisi Panjat Tebing Menuju Olimpiade 2028
Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan Kongres Federasi Anggar Internasional dan Federasi Anggar Asia pada Maret 2024 di Uzbekistan. Penunjukan itu sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang kian diperhitungkan dalam penyelenggaraan event internasional.
Sebelumnya, Indonesia juga sukses menggelar kejuaraan anggar tingkat senior pada Juni 2025 di Bali. Dalam rentang waktu berdekatan, dua event internasional tersebut menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan sekaligus pembinaan atlet.
Amir mengakui kekuatan anggar Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tradisional seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, ia menilai kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan maksimal untuk menimba pengalaman.
Baca juga : PB IKASI Matangkan Persiapan Kejurnas dan Indonesia Open
"Indonesia saya akui saat ini belum menjadi suatu macan anggar. Jadi, saya kira juga realistis kita melihat China, Jepang, maupun Korea Selatan ini masih mendominasi. Namun, demikian mudah-mudahan nanti kita bisa," ujarnya.
Secara keseluruhan, sebanyak 801 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini. Nomor yang dipertandingkan meliputi floret, degen, dan sabel, baik kategori individual maupun beregu putra dan putri.
Indonesia menurunkan 48 atlet yang terdiri atas 24 kategori cadet dan 24 kategori junior. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jessyca Emilia, yang sebelumnya mampu menembus babak 64 besar nomor perorangan pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Nusa Dua, Bali.
Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar Asia, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda Indonesia untuk menatap panggung Olimpiade Remaja di Dakar. (Ndf/P-3)





