IHSG Ditutup Turun 0,43% Usai BI Tahan Suku Bunga, Saham Bank Jumbo Kompak Melemah

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu pada perdagangan Kamis (19/2) usai Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75%.

Merujuk data RTI, IHSG terkoreksi 36,14 poin atau 0,43% ke level 8.274,08. Sebanyak 366 saham melemah, 326 saham menguat dan 127 saham stagnan. 

Hingga akhir perdagangan, IHSG mencatatkan volume transaksi 53,13 miliar lembar saham dengan frekuensi 3.325.657 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp26,14 triliun. 

Saham bank jumbo terpantau kompak tertekan sore ini. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin pelemahan setelah anjlok -3,79% ke Rp5.075. Disusul PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang turun -1,80% ke Rp1.365, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang merosot -1,57% ke Rp3.770.

Tak hanya itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi -1,37% ke Rp7.175, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun -1,26% ke Rp2.350, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah -0,89% ke Rp4.450.

Saham terlaris pada perdagangan hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp2,87 triliun. Disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar Rp1,15 triliun dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) senilai Rp1,05 triliun. 

Baca Juga: Terungkap! RI Dapat 12% Saham Freeport Gratis, tapi Ada Syaratnya

Keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18–19 Februari 2026. Selain menahan BI-Rate di 4,75%, bank sentral juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 3,75% serta Lending Facility di 5,50%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sembari tetap mendukung target inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan ini dinilai konsisten dengan upaya menjaga inflasi pada kisaran 2,5±1% untuk periode 2026–2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Ke depan, BI menegaskan akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dilakukan. BI juga akan mencermati peluang penurunan suku bunga lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan domestik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja, Admin Kanal Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Gempa Dangkal M 3.5 Guncang Tojo Una-una Sulteng
• 16 jam laludetik.com
thumb
Cegah Tawuran saat Ramadan, Polda Metro Kerahkan Pasukan Brimob!
• 5 jam laludisway.id
thumb
Kemarin, 1.000 Kopdes Merah Putih hingga status persero Antam & PTBA
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Suap Hakim Perkara CPO: Advokat Marcella Santoso Dituntut 17 Tahun Penjara
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.