Penulis: Ahmad Sa'ie
TVRINews, Sumenep
Harga komoditas cabai rawit di Sumenep, Jawa Timur hingga mencapai Rp120 ribu perkilogram. Kenaikan signifikan ini terjadi di Pasar tradisional Pasar Anom yang merupakan Pasar terbesar di Sumenep.
Sebelumnya harga dikisaran Rp100 ribu perkilogram. Harga terus merangkak naik hingga mencapai seratus ribu lebih.
Mayoritas cabai yang dijual pedagang saat ini berasal dari luar daerah. Ketergantungan pasokan tersebut menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga terutama saat distribusi tersendat.
Menurut salah seorang pedagang cabai eceran, Muslihah mengatakan bahwa kenaikan harga cabai terjadi sekitar sepekan. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang maupun pembeli di Pasar Anom Baru Sumenep.
Muslihah menambahkan pedagang harus mengambilpasokan dari luar daerah karena stok local menipis.
"Sekarang cabai lokal nyaris tidak ada. Jadi kami harus mengambil barang dari luar daerah," kata Musliha, Kamis, 19 Februari 2026.
Akibat harga yang semakin tinggi, daya beli masyarakat pun menurun. Musliha mengaku penjualan cabai belakangan ini tidak seramai hari-hari biasanya.
"Kalau pembeli jelas berkurang. Banyak yang mengurangi jumlah beli karena harganya mahal," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Hasanah, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran dapur tidak membengkak.
"Terpaksa dikurangi, yang penting cukup buat masak sehari-hari," ucap Hasanah.
Ia berharap harga cabai bisa segera kembali normal, agar tidak terlalu membebani masyarakat, lebih-lebih di bulan puasa.
Pedagang belum bisa memastikan sampai kapan harga akan bertahan tinggi. Selama pasokan dari petani lokal belum kembali stabil harga cabai rawit diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan.
Editor: Redaksi TVRINews





