Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah panasnya bursa transfer MotoGP, Aprilia Racing belum mengibarkan bendera putih dalam perburuan Francesco Bagnaia untuk musim 2027 dan 2028.
Di bawah komando CEO mereka, Massimo Rivola, pabrikan asal Noale, Italia, itu masih menyimpan ambisi besar yakni membangun duet pembalap Italia di tim pabrikan.
- Instagram/Francesco Bagnaia
Nama Bagnaia memang tengah menjadi pusat spekulasi. Setelah delapan musim bersama Ducati Lenovo Team sejak debutnya di kelas utama, ia dikabarkan berpotensi tersingkir musim depan.
Sosok Pedro Acosta disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti, membuat masa depan Bagnaia menjadi tanda tanya besar.
Situasi itu dimanfaatkan sejumlah tim rival. Selain Aprilia, Monster Energy Yamaha juga dilaporkan mendekat.
Aprilia sendiri terancam kehilangan Jorge Martin yang santer dikaitkan dengan Yamaha.
Di sisi lain, Yamaha pun berada dalam posisi rawan karena bisa saja ditinggal Fabio Quartararo dan disebut tak berencana memperpanjang kontrak Alex Rins.
Dilansir dari laman Motosports, Bagnaia awalnya menolak pendekatan Aprilia. Ia disebut lebih tertarik menjajal proyek pabrikan Jepang setelah begitu lama membela Ducati. Namun, Aprilia rupanya tidak tinggal diam.
"Dalam beberapa hari terakhir, Aprilia kembali beraksi dengan proposal yang lebih baik dan dengan semua daya tarik yang biasa dimiliki CEO-nya, Massimo Rivola," tulis media tersebut.
- MotoGP
Sejak kembali berlaga penuh di MotoGP pada 2015, Aprilia memang menyimpan cita-cita menghadirkan dua pembalap Italia di skuad pabrikan.
Upaya tersebut berulang kali kandas, dan mereka sejauh ini hanya mampu menempatkan satu rider Italia di garasi tim.
Ada pula faktor emosional dan komersial yang menguatkan pendekatan Rivola.
Bagnaia dan Marco Bezzecchi sama-sama merupakan lulusan akademi milik Valentino Rossi, yakni VR46 Riders Academy. Kombinasi ini dinilai punya nilai jual tinggi.
"Bagi Aprilia, menyatukan dua pembalap Italia terbaik saat ini, Bezzecchi dan Bagnaia, yang juga berteman dan rekan satu tim di VR46 Riders Academy, akan jadi impian, dan itulah argumen utama yang digunakan Rivola untuk mencoba menarik minat pembalap Ducati tersebut," tulis laporan itu.




