Memasuki hari pertama Bulan Suci Ramadan, suasana kawasan wisata religi Sunan Ampel tampak masih lengang dan tak seramai dibanding hari-hari biasa.
Moestadjab, Abdi Dalem Masjid Sunan Ampel mengatakan, jumlah peziarah yang datang bahkan cenderung menurun. Kalau pada hari normal kunjungan bisa mencapai sekitar 1.000 hingga 3.000 orang, maka di awal Ramadan terlihat jumlahnya hanya ratusan.
“Kalau hari biasa kira-kira 1.000/ 2.000 sampai 3.000. Kalau puasa ini (hampir seperti) enggak ada orang,” jelas Moestadjab saat ditemui suarasurabaya.net, Kamis (19/2/2026).
Dia menjelaskan, keramaian umumnya justru terjadi menjelang Ramadan, yakni pada bulan Syakban. Pada masa tersebut, masyarakat berbondong-bondong datang untuk tradisi megengan sebelum memasuki bulan puasa.
Hal senada disampaikan pedagang di sekitar Ampel. Salah satunya, Alifia pedagang roti maryam yang menilai awal Ramadan memang cenderung sepi karena banyak warga memilih beraktivitas di rumah.
Lonjakan pengunjung biasanya baru terasa saat pertengahan Ramadan, terutama sekitar malam ke-17 dan di saat menjelang waktu berbuka puasa.
“Ya awal-awal puasa kan biasanya kan orang-orang kan banyak yang enggak keluar rumah. Jadi pas tengah-tengah (Ramadan) malam 17 itu (baru) sering ramai. Malam kayak habis Maghrib gitu,” kata Alifia.
Meski masih landai, para pedagang dan pengelola kawasan optimis seiring berjalannya Ramadan kunjungan peziarah akan tetap meningkat seperti realisasi di Ramadan sebelumnya. (mun/bil/ham)




