Pengamat Sebut Kunjungan Prabowo ke AS Bawa Nilai Strategis bagi Indonesia

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat hubungan internasional Subhan Yusuf menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat membawa nilai strategis bagi Indonesia.

Hal itu seperti disampaikan Subhan Yusuf merespons kunjungan Presiden Prabowo ke AS untuk dua agenda besar, yaitu menandatangani kontrak dagang Indonesia-AS dan KTT perdana Board of Peace.

BACA JUGA: Prabowo Klaim Pertemuan Perdana Board of Peace untuk Upayakan Perdamaian di Gaza

Menurutnya, kesepakatan dagang antara Indonesia-AS akan menguntungkan posisi Indonesia, meski dikenakan tarif 19 persen oleh Trump. 

"Hal ini akan membuka akses pasar lebih luas bagi ekspor Indonesia, dan mendorong investasi disektor hilirisasi, energi bersih dan industri strategis," kata alumni Colegium Civitas Polandia ini pada Kamis (19/2).

BACA JUGA: Prabowo Bercerita soal MBG, Danantara, hingga Pemberantasan Korupsi di Depan Pengusaha AS

Menurut Subhan, Indonesia memanfaatkan hubungan ekonomi dengan AS untuk memperluas ruang manuver strategis, bukan untuk berpihak pada salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Hal ini selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif.

"Indonesia sedang memperluas opsi, bukan mempersempit pilihan. Hubungan kuat dengan AS tidak berarti menjauh dari Tiongkok. Terlebih keterlibatan kita di ASEAN dan G-20 akan memperkuat status Indonesia sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh," terangnya.

Menurut Subhan, kehadiran Presiden Prabowo di KTT Board of Peace sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia. Ini juga akan memperkuat citra sebagai negara yang aktif dalam diplomasi perdamaian.

Dia menyebut dalam konteks rekonstruksi Gaza, Indonesia tidak menempatkan diri sebagai pengamat pasif. 

"Presiden Prabowo Subianto memilih strategi diplomasi inklusif, yakni tampil dengan sikap ketimuran yang khas, bersahabat ke segala arah tanpa kehilangan kendali pada posisi normatifnya," jelasnya. 

Kehadiran Presiden RI di KTT Board of Peace ini juga memperkuat konsistensi identitas Indonesia sebagai pendukung kemerdekaan Palestina. Subhan menilai ini bagian dari rekam jejak anti-kolonialisme sejak era Soekarno.  

"Kehadiran Indonesia bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari konsistensi sejarah dan posisi moral Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina," pungka Subhan.(mcr10/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bikin Aksi di DPR, DMFI Ingin Parlemen Sahkan RUU Perlindungan Hewan
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Warga Sampang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi, Nilai Kerugian Fantastis Rp23 Miliar
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Ibu Modern Makin Andalkan E-Commerce untuk Nutrisi Anak, Intip Yuk Moms!
• 16 jam laluherstory.co.id
thumb
Tumbuh di Atas Ekspektasi, Saham Perbankan Jadi Sasaran Rekomendasi Beli
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Modal Asing Keluar, Defisit Neraca Pembayaran RI Tahun Lalu Terburuk Sejak 2010
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.