JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga rela berdesakan untuk berburu takjil di Bazar Takjil Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026).
Mereka datang meski waktu berbuka masih lama untuk membeli makanan dan minuman yang akan disantap setelah azan Maghrib berkumandang.
Ela (25), salah satu pengunjung, baru saja membeli nasi lemang seharga Rp 30.000 saat ditemui Kompas.com. Tahun ini merupakan kali pertamanya mendatangi bazar tersebut.
Baca juga: Rangkaian Kereta Bandara Anjlok, Penumpang Dapat Refund 100 Persen
"Kebetulan deket kantor jadi beli takjil di sini. Dan saya baru tau juga karena lokasinya enggak yang di jalan besar," kata Elas di lokasi.
Bukan Hanya untuk Warga Muslim
Antrean pembeli di Bazar Takjil Benhil tidak hanya diisi warga Muslim yang ingin membeli takjil untuk berbuka puasa.
Sejumlah warga nonmuslim juga tampak ikut mengantre, salah satunya untuk membeli Bubur Madura yang menjadi salah satu menu favorit di bazar tersebut.
Dahlia (55), seorang warga nonmuslim, datang bersama adiknya untuk membeli bubur tersebut.
KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Suasana ramai warga memburu takjil berbuka di bazar takjil Benhil, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/202026)
"Saya nyarinya cuman bubur ini, enak sih. Terus entar, baru keliling yang lain," kata dia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.
Dahlia mengaku bukan kali pertama membeli Bubur Madura di Bazar Takjil Benhil.
"Sering, sering. Tahun kemarin juga di sini. Enak," tutur dia.
Baca juga: Kronologi Kereta Bandara Tabrak Truk di Stasiun Poris
Dahlia pun masih mempertimbangkan takjil lain yang ingin dibeli.
"Ya liat dulu, liat yang pengin ya. Kayak apa, lontong juga enak, apa yang bambu itu apa sih namanya? Lemang," ucapnya.
Dagangan Penjual Ludes dalam Hitungan Jam
Membeludaknya pengunjung membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Sejumlah penjual mengaku dagangan mereka habis hanya dalam hitungan jam sejak bazar dibuka sekitar pukul 13.00 WIB.
Amar, pedagang dimsum, nasi briyani, dan puding, mengatakan bahwa dimsum yang ia siapkan ludes sebelum waktu berbuka.
“Buka dari pukul 13.00 WIB, terus pukul 16.00 WIB sudah habis. Kirain 250 pieces cukup, ternyata habis,” kata Amar saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.