Pengertian, Syarat Wajib, dan Sah Puasa Ramadhan

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaum Muslimin umumnya menyambut suka cita kedatangan Ramadhan. Dalam bulan suci ini, mereka seyogianya tak menyia-nyiakan waktu agar senantiasa beribadah, baik wajib maupun sunah.

Agar tak sekadar melakukan ibadah, baiknya kita memahami esensi puasa, sebagai sebuah amal yang wajib dikerjakan selama Ramadhan. Dalam bahasa Arab, istilah untuk puasa adalah shaum.

Baca Juga
  • Jepara Sudah Terapkan Opsen Pajak Kendaraan pada 2025 dan Lampaui Target, Ini Penjelasan Bupati
  • Strategi Pembangunan Cerdas: Prioritaskan yang Lemah Utamakan Kemajuan
  • Mengubah Lapar Menjadi Solidaritas Sosial

Secara kebahasaan, kata itu bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu. Misalnya, menahan diri dari berbicara. Makna shaum seperti itu dipakai dalam ayat ke-26 dari surah Maryam. Ayat itu sendiri menuturkan kisah tentang Maryam, ibunda Nabi Isa AS.

Artinya, "Maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini."

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Adapun puasa Ramadhan berarti menahan dua jalan syahwat, yakni mulut dan kemaluan. Puasa Ramadhan juga bermakna menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Puasa Ramadhan wajib bagi kaum Muslimin. Dalilnya, lihat surah al-Baqarah ayat ke-183. Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang–orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Selain itu, sabda Rasulullah SAW. Beliau menyebutkan, puasa Ramadhan termasuk lima perkara rukun Islam. "Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah Rasul Allah SWT, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram."

Menurut syariat Islam, puasa adalah menahan diri untuk tidak makan, minum, berhubungan seks, serta segala hal yang membatalkan puasa sedari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Pada praktiknya, ada waktu imsak yang berlangsung sebelum azan subuh. Waktu yang terjadi sekira 10 menit sebelum subuh berkumandang itu bertujuan supaya orang-orang lebih berhati-hati, yakni hendaknya mulai "berhenti" bila sedang makan, minum, berhubungan seksual, atau hal-hal lain yang dilarang kala berpuasa.

Infografis Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan - (Republika)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pleidoi Anak Riza Chalid Sebut Tuntutan Jaksa Hanya Mengulang Surat Dakwaan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Tetap Bugar saat Puasa di Usia 30-an, Ini Tips dari Dokter
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
5 Zodiak yang Paling Rendah Hati
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
KKP Prediksi Permintaan Ikan Naik 20% saat Ramadan-Lebaran 2026
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Dedikasi 15 Tahun sebagai Caregiver Berbalas Ganjaran Umrah
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.