Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Amerika Serikat
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memaparkan kesiapan perwakilan Republik Indonesia di Amerika Serikat dalam mengimplementasikan kesepakatan dagang yang telah ditandatangani kedua negara.
Ia menjelaskan masing-masing Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) telah disiapkan untuk menangani sektor-sektor tertentu.
“Untuk kegiatan oil and gas tadi, tentunya ini akan digerakkan dari Konsul Jenderal kita di Houston,” ujar Rosan dalam keterangan pers secara daring yang dikutip oleh tvrinews.com, Jumat, 20 Februari 2026.
Selain itu, koordinasi bahan pangan seperti kedelai dan gandum di wilayah Midwest Amerika Serikat akan dilakukan melalui Konjen RI di Chicago.
Sementara itu, Konjen RI di New York akan bertugas menggalang kegiatan perdagangan, keuangan, serta investasi, dengan KBRI di Washington D.C. sebagai pusat koordinasi.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah fase baru hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump meresmikan kesepakatan pembebasan tarif bea masuk bagi ribuan produk ekspor.
Kesepakatan itu tertuang dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menjelaskan sedikitnya 1.819 pos tarif produk Indonesia kini memperoleh fasilitas tarif 0 persen di pasar Amerika Serikat.
Selain itu, Amerika Serikat juga memberikan skema khusus berupa Tariff Rate Quota (TRQ) untuk sektor tekstil dan pakaian jadi Indonesia.
Sebagai bagian dari kemitraan timbal balik, Indonesia juga memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk unggulan Amerika Serikat, termasuk gandum dan kedelai, guna menjaga stabilitas harga bahan baku pangan di pasar domestik sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Editor: Redaktur TVRINews





