Begini Upaya Memperkuat Pembangunan Ekonomi Desa

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara (Asprindo) mendorong pembangunan ekonomi pedesaan, tidak hanya sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi nasional tapi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Asprindo dan Yayasan Desa Emas (YDE) menggelar pertemuan, yang dihadiri oleh pengusaha dari Malaysia.

Ketua Umum Asprindo Jose Rizal mengatakan, hubungan antara Asprindo dengan Desa Emas sebenarnya sudah terjalin sejak lama. Kini, lanjut Jose, kerja sama itu ingin diperkuat dengan cara menggerakan perekonomian mulai dari desa, melalui pendampingan, pembinaan, dan pelatihan.

"Kita membina, mendampingi, memberikan pelatihan pada masyarakat pedesaan, agar bisa membangun dan mengembangkan potensi yang ada di daerah mereka. Kita pun akan membuka akses pasar bagi produk-produk unggulan tersebut," kata Jose dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 Februari 2026.

Dengan menggerakkan perekonomian daerah, ia menyebut, maka akan terbentuk multiplier effect, yang akan mendorong roda perekonomian, tidak hanya lokal tapi juga nasional. Menurut dia, pembangunan ekonomi desa juga akan memperkuat kesejahteraan masyarakatnya.

"Perekonomian akan kuat, karena ekonominya dibangun dari bawah. Masyarakat juga menjadi sejahtera karena usaha dijalankan secara profesional dan berbasis teknologi, namun tetap mengikuti nilai-nilai adat yang ada di daerah tersebut," ujar Jose.

Baca Juga :

Libur Imlek 2026, Perputaran Uang Ditaksir Capai Rp9,06 Triliun
 


(Asprindo dan Yayasan Desa Emas perkuat upaya pembangunan ekonomi desa. Foto: Dok istimewa) Sejalan dengan Asta Cita pemerintah Ketua Dewan Pembina Desa Emas Aries Muftie menyampaikan, pertemuan yang diadakan adalah upaya untuk menyelaraskan program Asprindo dengan Gerakan Desa Emas. Apalagi visi misi yang diusung oleh Asprindo dan Desa Emas sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Visi dan misi kita ini sama, yaitu satu desa, satu industri. Sehingga, kami memutuskan, lebih berkolaborasi. Asprindo punya Kampung Industri, Desa Emas punya program Patriot Desa dan Permata," kata Aries.

Aries mengatakan, mayoritas program pembangunan berbasis pada ekonomi kerakyatan. Untuk itu, ia berharap dengan kolaborasi antara Asprindo dan Desa Emas bisa menyelesaikan tantangan besar yang dihadapi oleh Indonesia, yaitu terkait sumber daya manusia (SDM).

"Dengan membenahi masalah SDM ini diharapkan jika ada pendanaan yang digelontorkan oleh pemerintah, akan bisa dikelola oleh masyarakat pedesaan," ucap Aries.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Desa Emas sekaligus Ketua II DPP Asprindo, Iwan Agustiawan Fuad menjelaskan Gerakan Desa Emas upaya membantu desa-desa menjadi entrepreneur, mandiri, adil, dan sejahtera (EMAS). Pihaknya mempunyai peta jalan lima pilar untuk mewujudkan itu.

"Yakni, pembinaan sumber daya insani dan karakter, mempersaudarakan mereka, sinergi dan teknologi digitalisasi, pembinaan dana dan investasi, serta yang kelima adalah pasar dan industrialisasi desa," kata Iwan.

Untuk membangun lima pilar itu, maka dibentuklah patriot desa, yaitu para pemuda desa yang dipilih dan diseleksi oleh masyarakat untuk menjalani pelatihan. Sedangkan untuk memastikan program Desa Emas berjalan, disiapkan program  Perusahaan Ekonomi Nusantara (Permata) pada skala regional dan internasional.

"Melalui program Permata ini, kita 'menempelkan' pada patriot desa itu dengan para pengusaha skala regional dan internasional. Untuk membuka peluang mereka sekaligus menjadi ajang transfer knowledge dari para pengusaha itu kepada para patriot desa," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polemik dr Piprim vs Kemenkes: Berawal dari Kolegium, Mutasi hingga Dipecat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Toleransi dari Pulau Buru: Sekolah Islam Mendidik 3 Siswa Penghayat Animisme
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Pencairan THR ASN 2026: Intip Bocoran Tanggal dan Besaran Resminya
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kepemilikan Indonesia di Freeport Naik Jadi 12%, Negara Ditaksir Raup Rp90 Triliun
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siapa “Pemilik” Selat Hormuz? Jalur Minyak Dunia yang Kini Jadi Arena Latihan Iran, Rusia, dan Tiongkok
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.