Bisnis.com, KUNINGAN- Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi sasaran investasi sektor perunggasan seiring adanya keberlanjutan ekspansi dan iklim investasi yang kondusif di daerah tersebut.
Teranyar, PT New Hope Farm Indonesia menggelontorkan investasi sekitar Rp150 miliar untuk pembangunan 20 kandang ayam sistem closed house di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang.
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyatakan, pembangunan di Cihirup merupakan proyek ketiga perusahaan yang sama di Kuningan, setelah sebelumnya beroperasi di Desa Cikeusik dan Panyosogan. Menurutnya, keberlanjutan ekspansi tersebut menjadi indikator bahwa Kuningan dinilai prospektif dan kondusif bagi investasi peternakan modern.
Baca Juga
- Produksi Kopi Kuningan Tumbuh Pesat pada 2025, Produktivitas Robusta Lebih Tinggi
- Gen Z di Kuningan Pilih Kerja di Luar Negeri, Jepang & Korsel Paling Populer
- Bupati Kuningan Jawab Tudingan KDM soal Krisis Air Bersih di Kaki Gunung Ciremai
“Kalau iklim usaha di Kuningan tidak baik, tentu investor tidak akan kembali menanamkan modalnya. Ini menunjukkan daerah kita dinilai layak untuk pengembangan usaha,” ujar Tuti, Jumat (20/2/2026).
Investasi terbaru ini difokuskan pada breeding parent stock atau pembibitan induk ayam dengan kapasitas sekitar 160.000 ekor. Sistem kandang yang digunakan adalah closed house, teknologi peternakan tertutup diklaim mampu mengontrol suhu, sirkulasi udara, serta meminimalkan bau dan gangguan lingkungan.
Secara ekonomi, masuknya investasi Rp150 miliar di sektor hulu perunggasan memperkuat posisi Kuningan dalam rantai pasok industri ayam nasional. Model breeding parent stock berperan penting dalam penyediaan bibit ayam (DOC) berkualitas untuk peternak kecil maupun kemitraan skala menengah. Artinya, dampaknya tidak hanya pada produksi lokal, tetapi juga distribusi bibit ke wilayah lain.
Namun demikian, proyek berskala besar ini juga memunculkan sejumlah catatan. Hingga kini belum dipaparkan secara terbuka estimasi serapan tenaga kerja lokal, kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), maupun proyeksi nilai ekonomi tahunan dari operasional 160.000 parent stock tersebut. Padahal, aspek tersebut menjadi indikator utama apakah investasi benar-benar memberi efek berganda bagi ekonomi daerah atau hanya memperkuat korporasi semata.
Tuti menegaskan, pemerintah daerah tetap mensyaratkan kelengkapan seluruh perizinan dan dokumen lingkungan sebelum pembangunan fisik dilakukan. Menurutnya, setiap investor wajib memenuhi ketentuan AMDAL, pengelolaan limbah, serta pengendalian dampak sosial dan kesehatan masyarakat.
“Kami mendukung investasi, tetapi semua harus sesuai aturan. Dokumen lingkungan, izin operasional, dan persyaratan teknis wajib dipenuhi sebelum berjalan,” tegasnya.
Penggunaan sistem closed house memang dinilai lebih modern dibanding kandang terbuka konvensional. Teknologi ini memungkinkan kontrol otomatis terhadap ventilasi dan kelembapan, serta mengurangi potensi penyebaran penyakit. Namun, dalam praktiknya, efektivitas pengendalian bau dan limbah tetap bergantung pada manajemen operasional dan kepatuhan terhadap standar lingkungan.
Fenomena masuknya investor poultry ke Kuningan juga menunjukkan pergeseran orientasi ekonomi daerah yang selama ini dikenal sebagai kawasan agraris dan wisata. Lahan dengan topografi relatif mendukung, ketersediaan air, serta akses distribusi ke wilayah Cirebon dan sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi industri peternakan.
Di sisi lain, kata Tuti, konsentrasi investasi pada sektor unggas berpotensi menimbulkan ketergantungan struktural jika tidak diimbangi diversifikasi ekonomi. Pemerintah daerah dituntut memastikan bahwa ekspansi industri tidak mengorbankan tata ruang, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan usaha peternak rakyat.
"Dengan nilai investasi besar dan proyek yang terus bertambah, Kuningan kini bukan lagi sekadar daerah penyangga, melainkan mulai diposisikan sebagai salah satu kantong produksi pembibitan ayam di Jawa Barat. Tantangannya, memastikan arus modal yang masuk benar-benar bertransformasi menjadi pertumbuhan ekonomi inklusif, bukan sekadar angka investasi di atas kertas," ujarnya.




