Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), soroti besarnya peran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan sosial.
Menurut Cak Imin, skala BPJS saat ini sudah sangat besar, baik dari sisi dana maupun jumlah peserta.
"Tentu kita menghadapi banyak agenda di kedua BPJS ini karena kedua BPJS ini adalah jaminan sosial yang raksasa," kata Cak Imin, usai memimpin pelantikan Dewan Pengawas dan Direksi baru BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan periode 2026-2031 di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Jumat (20/2).
Ia menjelaskan, besarnya skala itu terlihat dari dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan serta jumlah penerima manfaat di BPJS Kesehatan.
“BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah dana yang begitu besar, raksasa. BPJS Kesehatan dengan penerima manfaat yang begitu besar. Sudah berapa Pak Ghufron sekarang? 283 juta peserta. Ini sebuah badan penyelenggara jaminan sosial yang sangat raksasa,” ujarnya.
Karena itu, Cak Imin menyoroti perlunya kolaborasi kuat lintas sektor agar pengelolaan jaminan sosial berjalan optimal. Semua lembaga baik dari kementerian, pemerintah daerah, swasta hingga lembaga pendidikan perlu terus digandeng agar penyelenggaraan BPJS semakin baik.
“Kedua BPJS ini memiliki agenda mendesak yaitu tentang kepesertaan. BPJS, kepesertaan aktif akan terus kita dorong. BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kepesertaan terutama di para pekerja informal dan juga aspek-aspek manfaat yang harus terus ditingkatkan,” kata Muhaimin.
Ia juga menyebut pemerintah akan segera menggelar rapat lintas kementerian untuk menuntaskan berbagai persoalan yang masih tertunda.
“Tentu ini semua membutuhkan kolaborasi yang sungguh-sungguh dan minggu depan kita sudah mulai langsung start rapat pertama dengan Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, dan Dirut BPJS Kesehatan untuk memetakan dan menuntaskan pending-pending matter yang masih harus diselesaikan,” ujarnya.
Kejar Jangkauan hingga KredibilitasDalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyampaikan pihaknya akan fokus pada tiga prioritas utama yang disebut 3C, yakni perluasan kepesertaan, peningkatan layanan, dan penguatan kredibilitas lembaga.
"Yang pertama tentunya coverage, bagaimana kami memastikan coverage terhadap pekerja informal, pekerja bukan penerima upah dan pekerja migran dapat tercakup karena memang saat ini masih perlu banyak yang ditingkatkan di situ Pak Menteri," katanya.
Ia melanjutkan, Peningkatan layanan diperlukan agar pekerja dan keluarga pekerja mendapatkan manfaat yang lebih baik.
"Kemudian yang kedua, C yang kedua adalah care, bagaimana kami meningkatkan layanan yang terus harus kita tingkatkan agar para pekerja dan para keluarga pekerja mendapatkan manfaat yang jauh lebih baik," lanjutnya.
Terakhir, ia juga menyoroti penguatan kredibilitas lembaga untuk dapat meningkatkan kepercayaan.
"C yang ketiga adalah credibility, bagaimana kami meningkatkan kredibilitas atas data, proses, compliance dan tentunya strategic collaboration dengan para stakeholder," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru, Prihardi Pujo Waskito, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada ratusan juta peserta.
“Dan kami siap melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan siap bekerja keras untuk pelayanan yang mudah, cepat dan tepat,” katanya.





