RI Beli Migas AS, ESDM Pastikan Tak Melenceng dari Target Kemandirian Energi

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kesepakatan dagang dengan AS, termasuk pembelian migas, menjadi satu kesatuan diplomasi ekonomi dalam upaya kesepakatan tarif kedua belah negara.

RI Beli Migas AS, ESDM Pastikan Tak Melenceng dari Target Kemandirian Energi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memastikan pembelian minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat (AS) senilai USD15 miliar yang disepakati dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS, tak melenceng dari target kemandirian energi yang digaas Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Anggia, kesepakatan dagang dengan AS, termasuk pembelian migas, menjadi satu kesatuan diplomasi ekonomi dalam upaya kesepakatan tarif kedua belah negara.

Baca Juga:
Bahlil Perintahkan Proyek Migas di Bawah Rp100 Miliar Prioritas Digarap Pengusaha Daerah

"Yang jelas ini sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan dengan AS dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan kedua belah pihak dan akhirnya kami harus bersepakat membeli BBM dari Amerika," kata Anggia saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga:
Perusahaan Migas Santos Akan PHK 400 Karyawan

Meski begitu, Anggia menekankan program kemandirian energi bakal selalu digencarkan karena telah menjadi peinsip pemerintah dalam mengedepankan pemanfaatan sumber daya dalam negeri, termasuk dalam memproduksinya.

"Tidak melepaskan bahwa kami harus mengedepankan kemandirian energi kami dalam hal komitmen Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) untuk setop impor solar dan lain-lain tetap jalan, ini (pembelian migas dari AS) adalah satu hal yang berbeda," tuturnya.

Baca Juga:
Bahlil Buka Tender 110 Blok Migas Baru, Targetkan Lepas dari Ketergantungan Impor

Adapun, Indonesia dipastikan bakal membeli migas dari negeri Paman Sam senilai USD15 miliar atau setara Rp253,32 triliun per tahun.

Kesepakatan ini menjadi salah satu bagian dalam kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal yang diteken pemerintah Indonesia dan AS pada Kamis (19/2/2026) pagi waktu Washington DC, AS.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo dan Trump Sepakati Implementasi Perjanjian Perdagangan Resiprokal Menuju Era Baru Aliansi Strategis
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Relawan Jhonlin Group Buka Akses Jalan Pascabanjir di Aceh Tamiang
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Dino Patti Djalal Ingatkan Pemerintah Realistis di BoP, Soroti Risiko Stagnan
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Ingin Khusyuk Beribadah, Ruben Onsu Kurangi Kesibukan Kerja Selama Ramadan
• 8 jam lalugrid.id
thumb
PSM Unggul Dominasi, Alamat Persija Akan Kalah Lagi?
• 18 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.