Jangan Lapar Mata! Ikuti 5 Cara Buka Puasa yang Tepat dan Sehat Selama Ramadan

narasi.tv
3 jam lalu
Cover Berita

Setelah seharian menahan lapar dan haus, rasanya ketika azan magrib berkumandang ingin "balas dendam". Namun, makan berlebihan saat berbuka justru bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, sepeti perut kembung, rasa lemas, hingga lonjakan gula darah yang drastis.

Agar berbuka tetap sehat, ada beberapa cara efektif untuk mengontrol nafsu makan dan menghindari makanan berlebihan. Berikut cara-caranya.

Awali Berbuka dengan yang Ringan

Ketika waktu berbuka puasa tiba, kadar gula darah cenderung menurun. Hal yang pertama perlu dilakukan adalah memulai dengan asupan yang ringan. Biasanya, pilihan yang tepat adalah air putih atau buah segar. Air putih dapat segera menggantikan cairan yang hilang selama sehari penuh berpuasa, sementara buah segar dapat memberikan energi instan dan cairan yang dibutuhkan tubuh. Saat berbuka, penting juga untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh, karena dapat memicu dehidrasi dan membuat lambung kaget setelah tidak mendapatkan asupan selama berjam-jam.

Makan Secara Bertahap

Setelah memulai dengan asupan ringan, langkah selanjutnya adalah mengatur porsi makanan dengan bijak. Disarankan untuk mulai dengan porsi kecil sebelum menyantap hidangan utama. Dengan cara ini, perut dapat beradaptasi dengan baik. Sebaiknya, setelah porsi kecil, beri jeda beberapa menit sebelum menyantap makanan utama. Ini penting untuk memberikan waktu bagi tubuh untuk mengolah makanan yang telah dikonsumsi sebelumnya. Cara ini bagus untuk tubuh karena bisa bantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mencegah lonjakan gula darah.

Menu Sehat dan Bergizi

Menu berbuka puasa haruslah cocok dan bergizi, tidak hanya sekadar jumlah, tetapi juga kualitas makanan yang dikonsumsi. Kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan serat sangat diperlukan dalam menu berbuka. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau roti gandum dapat memberikan energi yang tahan lama. Sementara itu, protein dapat berasal dari ayam, ikan, dan tahu, yang membantu memperbaiki jaringan tubuh. Sayur dan buah juga harus menjadi bagian dari menu berbuka, karena keduanya kaya akan serat dan vitamin yang membantu sistem pencernaan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Batasi Makanan Berminyak

Makanan gorengan sering kali menggoda saat berbuka puasa, tetapi terlalu banyak mengonsumsinya dapat berpengaruh negatif pada sistem pencernaan. Makanan yang tinggi lemak dan minyak dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu masalah perut, seperti kembung atau asam lambung. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan gorengan dan menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat. Alternatif sehat untuk mengurangi jumlah gorengan bisa berupa makanan panggang atau kukus yang tetap lezat namun lebih baik untuk kesehatan.

Cukupi Kebutuhan Cairan

Selama bulan puasa, kebutuhan cairan akan sangat meningkat. Oleh karena itu, mengatur waktu dan jenis minuman yang dikonsumsi saat berbuka hingga sahur sangat penting. Salah satu pola yang direkomendasikan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah pola 2-4-2. Ini berarti, seseorang disarankan untuk minum 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
13 Perempuan Jabar Jadi Korban TPPO, Dedi Mulyadi Akan Terbang Langsung ke Sikka NTT untuk Jemput
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Deretan Pasal yang Dijerat ke AKBP Didik: Selain Narkoba Ada Juga Perselingkuhan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Samsat Keliling tersedia di 14 wilayah Jadetabek pada Jumat
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Cara Hindari Kelelahan dan Lapar Selama Puasa Ramadan
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harga Cabai Rawit di Pasar Johar Semarang Tembus Rp85.000 per Kg
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.