2 Tim Terbaik Samsung Innovation Campus 7 Buat Inovasi Canggih Pakai AI dan IoT

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Samsung Electronics Indonesia (SEIN) mengumumkan dua tim terbaik dari masing-masing kategori peserta dalam program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 tahun 2026. Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga, Jawa Tengah terpilih menjadi tim terbaik pertama setelah melalui rangkaian pembelajaran, mentoring, dan proses seleksi nasional yang ketat.

Keduanya membawa dan mempresentasikan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Inovasi mereka lahir dari persoalan yang terjadi di sekitar mereka.

Kriteria penilaian dari para juri dilakukan berdasarkan presentasi dan penyampaian ide, kesesuaian masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, Integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis selama tanya jawab dengan juri serta inovasi dan potensi masa depan.

"Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Kami mengucapkan selamat kepada tim terbaik atas pencapaian luar biasa ini. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan sepanjang program," ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Tim Lumyx - SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau

Empat anggota tim dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau menciptakan inovasi yakni Alex, Personal AI Assistant berbasis IoT. Inovasi ini dirancang untuk jadi sarana learning companion sekaligus asisten personal dengan interaksi yang natural.

Tidak hanya merespons perintah, Alex mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, serta membangun memori personal pengguna secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemrosesan audio-visual serta machine learning berbasis edge dan server, Alex menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih kontekstual tanpa memerlukan aplikasi yang kompleks.

"Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami," kata Davin Loana, perwakilan sekaligus pengembang Asisten AI Alex dari tim Lumyx

Tim Outliers - Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah

Tim Outliers. menciptakan PhysioTrack. Ini adalah solusi rehabilitasi pascastroke berbasis AI dan IoT yang memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah secara lebih terukur dan tetap terpantau oleh terapis. Melalui integrasi sensor IoT, sistem ini mengumpulkan data latihan dan indikator fisiologis yang kemudian dianalisis oleh model AI untuk menghasilkan status risiko serta rekomendasi berbasis data. Pendekatan ini meningkatkan akses terapi sekaligus menjaga kualitas pemantauan klinis.

"Kami melihat banyak pasien kesulitan menjalani terapi rutin. Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan terapis melalui data yang terukur." ujar Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers.

Dua solusi terbaik tahun ini memperlihatkan bagaimana AI dan IoT dapat diterapkan secara kontekstual untuk menjawab tantangan masyarakat. SIC hadir sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda Indonesia. Dengan pendampingan guru dan dosen, pembelajaran ini menciptakan efek pengganda, memperkuat literasi AI di sekolah dan kampus, serta menumbuhkan ekosistem inovasi yang lebih luas.

“Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek: mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dalam proses belajar. Kami melihat pendekatan ini tercermin dalam SIC," kata Tenaga Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

"Penetapan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan yang berdiri sendiri juga sejalan dengan upaya memperkuat literasi digital dan menyiapkan talenta muda yang siap menghadapi masa depan," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepesertaan BPJS Mendesak! Pekerja Informal Jadi Fokus Utama Pemerintah
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Kilas Balik Tahun Baru 2026: Mereka yang Tetap Bekerja di Pergantian Tahun
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota DPR minta rencana bangun 10 kampus baru dikaji cermat
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kejagung: Kasus Jaksa Pemeras WN Korsel Segera Masuk Persidangan
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KAI Daop 1 Jakarta Evakuasi KA Bandara yang Tertemper Truk di Rawa Buaya
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.