Wilayah Aceh Tamiang diselimuti debu akibat endapan lumpur yang mengering pascabanjir bandang, di Jalan Lintas Sumatera, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (20/2).
Dilansir Antara, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang mencatat sebanyak 14.143 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif sejak 2 Desember 2025 hingga 19 Februari 2026, pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Mustakim, menyebut lonjakan kasus dipicu tingginya partikel debu dari endapan lumpur yang mengering. Pada Desember, kondisi debu dinilai lebih parah karena lumpur masih menumpuk di berbagai sudut kota. Memasuki Februari, situasi mulai membaik seiring pembersihan yang dilakukan, sehingga angka kasus diperkirakan menurun meski data masih dihimpun secara kumulatif.
Untuk menekan penyebaran ISPA, Dinas Kesehatan telah membagikan masker serta mengintensifkan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk cuci tangan pakai sabun. Upaya tersebut turut didukung relawan dan tenaga medis dari Tenaga Cadangan Kesehatan Emergency Medical Team (TCK-EMT) yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Selain ISPA, peningkatan populasi nyamuk juga menjadi perhatian. Dinas Kesehatan setempat mengajukan bantuan alat dan obat fogging ke Kementerian Kesehatan karena persediaan diperkirakan habis dalam dua pekan ke depan.





