Grid.ID- Profil Prihati Pujowaskito menjadi sorotan publik setelah resmi diangkat sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan. Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026.
Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan tata kelola dan kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sosoknya dikenal sebagai perwira tinggi TNI yang telah pensiun sekaligus dokter spesialis jantung dengan rekam jejak panjang.
Kombinasi latar belakang militer dan medis membuat penunjukan ini dinilai strategis dalam memperkuat sistem layanan kesehatan nasional. Berikut ulasan lengkap profil Prihati Pujowaskito, Dirut BPJS Kesehatan yang baru, sebagaimana kami himpun dari Kompas.com dan Tribun Banyumas, Jumat (20/2/2026).
Resmi Diangkat Lewat Keppres
Dalam keterangan resmi, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menyampaikan bahwa pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan. Dengan terbitnya Keppres tersebut, maka tongkat kepemimpinan BPJS Kesehatan resmi beralih.
Prihati Pujowaskito menggantikan Ali Ghufron Mukti yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak 22 Februari 2021. Profil Prihati Pujowaskito pun menjadi perhatian sebagai figur yang akan mengawal program JKN ke depan.
Profil Prihati Pujowaskito
Profil Prihati Pujowaskito mencatat bahwa ia lahir di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada 29 Maret 1967. Nama lengkapnya adalah Mayjen TNI Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K)., FIHA., M.M.R.S.
Ia menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan lulus pada 1994. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan pendidikan militer melalui Sekolah Perwira Militer Sukarela (SEPA Milsuk, kini SIPSS) ABRI pada 1990.
Setelah lulus sebagai dokter umum, ia melanjutkan pendidikan spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Airlangga dan menyelesaikannya pada 2007. Ia kemudian meraih gelar Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) pada 2015 serta Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gotong Royong. Selain itu, ia memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum Kesehatan pada 2021–2022 di Universitas Borobudur.
Perjalanan Karier
Baca Juga: Profil Naykilla, Penyanyi Hipdut yang Bawa Tren Baru di Dunia Musik Indonesia
Dalam profil Prihati Pujowaskito, karier militernya dimulai sebagai Dokter Komando Pasukan Khusus pada periode 1990–2000. Ia juga pernah menjalani pendidikan militer di Sussarcabkes pada 1998 dan Selapakes pada 2007.
Sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD pernah diembannya. Ia tercatat menjabat sebagai Gumil Gol VIII Pusdikpassus (1995–1996), Pakesyon 41 Grup 4 Kopassus (1997–1998), Pakesyon 42 Grup 4 Kopassus (1999–2000), serta Pakesyon 21 Grup 2 Kopassus (2001–2002).
Setelah bertugas di satuan lapangan, kariernya lebih banyak dihabiskan di rumah sakit militer. Pada 2007, ia dipercaya sebagai Kasubdep Jantung RS Dustira Kesdam III. Profil Prihati Pujowaskito semakin menonjol ketika ia menjabat Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto pada 2018–2021, kemudian menjadi Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto pada 2021–2022.
Tidak hanya di dunia klinis dan militer, profil Prihati Pujowaskito juga mencerminkan kiprah di bidang akademik. Sejak 2023 hingga 2025, ia dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Militer di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Ia merupakan pensiunan militer dengan pangkat Mayor Jenderal TNI sekaligus dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Kombinasi pengalaman klinis, manajerial, militer, dan akademik menjadi modal kuat dalam memimpin lembaga strategis seperti BPJS Kesehatan.
Secara keseluruhan, profil Prihati Pujowaskito menggambarkan sosok profesional dengan rekam jejak panjang di bidang kesehatan dan pertahanan. Dengan latar belakang dokter spesialis jantung, doktor hukum kesehatan, serta pengalaman memimpin institusi medis militer, ia diharapkan mampu memperkuat tata kelola BPJS Kesehatan dan menjaga kesinambungan Program JKN di bawah kepemimpinannya. (*)
Artikel Asli




