Rupiah Ditutup Menguat Seiring Kerja Sama AS-Indonesia

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Kurs rupiah menguat capai 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.888 per dolar AS dari Rp16.894 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi pengamat pasar uang memberikan komentarnya terkait penguatan kurs rupiah yang terjadi hari ini setelah Indonesia bekerjasama dengan Amerika Serikat dalam perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

“Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati dokumen perjanjian perdagangan resiprokal bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance, Jumat ini. Perjanjian tersebut diteken langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump,” kata Ibrahim Assuaibi seperti dilansir dari Antara, Jumat (20/2/2026).

Kerjasama tersebut berisi perjanjian antara kedua negara dengan total 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Selain itu terdapat pula poin-poin tentang pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, hingga komitmen pembelian energi dan pesawat.

Penandatanganan tersebut menjadi awal dari hubungan baru ekonomi dua negara yang selama ini ditopang oleh perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis Indo-Pasifik.

Langkah tersebut diklaim dapat menjaga stabiloitas ekonomi hingga dapat menyumbang kemakmuran dunia. Perjanjian yang disepakati di Washington DC tersebut bahkan sudah mengintruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung.

“Prabowo dan Trump menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung agar implementasinya berdampak nyata terhadap perekonomian,” terang Ibrahim.

Membaca sentimen global pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan Januari lalu, pasar menunjukkan sikap hati-hati tetapi cenderung agresif atau hawkish. Catatan tersebut menunjukkan pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi.

Di sisi lain, data ekonomi AS Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 206 ribu untuk pekan yang berakhir pada 14 Februari, jauh di bawah perkiraan 225 ribu dan turun dari 229 ribu sebelumnya. Selanjutnya, Survei Manufaktur Federal Reserve Philadelphia naik menjadi 16,3 pada Februari, melampaui ekspektasi 8,5 dan membaik dari 12,6 pada bulan Januari.

“Fokus pasar hari ini adalah pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat, Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dan data Indeks Manajer Pembelian Global S&P (PMI), yang akan dirilis malam nanti,” ucapnya.

Di sisi yang sama, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia terlihat bergerak menguat ke level Rp16.885 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.925 per dolar AS.(ant/mar/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada Penipuan di Ecommerce Saat Ramadan, Begini Tips Menghindarinya
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
China Perluas Siaran Negara Berbahasa Tibet, Dua Radio AS Dibekukan
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Siap-Siap Program Magang Nasional Ada Lagi, Ini Jadwal-Pesan Menaker
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
OPINI: Outlook Negatif, Ketika Governansi Jadi Fokus Utama
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kadis Kesehatan Batu Bara Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Dana BTT
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.