Jenazah pria warga negara asing (WNA) asal Jepang berinisial KH (59) yang ditemukan tewas di kamar hotel di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, akan diautopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kasubdit Reskrim Polsek Metro Gambir, Iptu Heri Moko menjelaskan, hingga kini hasil pemeriksaan awal dari pihak rumah sakit belum disampaikan kepada penyidik.
“Pemeriksaan luar pun belum disampaikan. Jadi nanti penyidik berkoordinasi kembali sama pihak RSCM nanti,” ujar Heri, Jumat (20/2).
Terkait penyebab kematian, polisi memastikan jenazah akan diautopsi setelah mendapat persetujuan keluarga. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Kedutaan Besar Jepang karena korban merupakan WNA.
“Iya, akan diautopsi. Minta persetujuan keluarga untuk diautopsi. Terus sudah kita koordinasikan juga ke Kedubes Jepang, karena WNA kan. Sudah kami sampaikan ke Kedubes,” ucap dia.
Namun hingga saat ini, pihak kedutaan disebut belum memberikan respons.
“Belum, cuma kita sudah bersurat pemberitahuan,” lanjutnya.
Ia menambahkan, dari pengecekan awal di lokasi kejadian, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kalau dari kita sendiri, saat itu kan cuma cek awal saja, juga pemeriksaan dari Inafis Polres juga. Dari pengamatan luar awal tidak ada tanda-tanda kekerasan. Itu kalau dari pengamatan luar awal,” katanya.
Polisi juga mengungkap bahwa korban datang ke Indonesia dalam rangka kunjungan ke sejumlah lokasi industri dan wisata.
“Mereka itu pergi untuk kunjungan ke PT Suzuki Cibitung, pelabuhan Tanjung Priok, lalu museum nasional. Sementara masih didalami lagi,” ujarnya.
Korban ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (18/2) pagi.
Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agus Ady Wijaya, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 07.57 WIB dalam posisi telentang di atas tempat tidur.
“Posisi telentang di tempat tidur,” kata dia.





