Polisi Angkut Isi Toko Emas di Nganjuk, Diduga TPPU Tambang Ilegal

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Tim Bareskrim Polri menggeledah sebuah toko perhiasan emas di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Jawa Timur, terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari penambangan emas tanpa izin (PETI). Seluruh isi toko, termasuk perhiasan dan dokumen administrasi, turut diamankan dalam proses tersebut.

Mulyadi Koordinator Pasar Wage Nganjuk mengatakan dirinya diminta menjadi saksi saat penggeledahan berlangsung.

“Saya sebagai saksi untuk penggeledahan di Toko Semar. Yang diperiksa barang-barang yang ada di toko, perhiasan emas dan buku-buku yang kaitannya dengan administrasinya pembukuan,” ujarnya di Nganjuk, Jumat (20/2/2026).

Petugas, lanjut dia, mengangkut perhiasan emas yang dipajang di etalase. Barang-barang tersebut diduga berkaitan dengan perkara TPPU hasil aktivitas penambangan ilegal yang kini ditangani Bareskrim.

Pengusutan kasus ini berawal dari Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK terkait transaksi mencurigakan dalam tata niaga emas domestik. Temuan tersebut mencakup aktivitas toko emas serta perdagangan perusahaan pemurnian yang mengekspor emas yang diduga berasal dari tambang ilegal.

Praktik penambangan emas tanpa izin di Kalimantan Barat pada periode 2019–2022 sebelumnya telah diproses hukum dan berkekuatan hukum tetap di Pengadilan Negeri Pontianak. Dari hasil penyidikan dan fakta persidangan, terungkap adanya aliran dana yang mengalir ke sejumlah pihak.

Penggeledahan berlangsung sejak Kamis (19/2/2026) hingga Jumat (20/2/2026) dini hari. Saat kegiatan berlangsung, pemilik toko tidak berada di lokasi. Menurut Mulyadi, pemilik berdomisili di Surabaya dan telah lama membuka usaha di Pasar Wage Nganjuk.

“Pemilik tokonya domisili di Surabaya. Kalau berjualan di wilayah pasar sini tahun 1976 sudah ada, sudah lama,” katanya.

Dalam tahap lanjutan, penyidik akan berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri transaksi keuangan yang terkait dengan dugaan TPPU tersebut.(ant/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kafe di Jaksel Ini Tak Hanya Rekrut Barista Down Syndrome, tapi Juga Dwarfisme
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Ketika Wali Kota Bogor Tak Lagi Bisa Menghindar, Ratusan Warga “Menggerebek” Balai Kota Demi Aspirasi
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Peristiwa 20 Februari: Tragedi Gas Beracun Dieng Tewaskan 149 Orang
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Foto: Debu Tebal Selimuti Aceh Tamiang, Kasus ISPA Tembus 14 Ribu
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
BKSL Pastikan Kawasan Sentul City Tetap Aman di Tengah Cuaca Ekstrem
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.