Jakarta: Transformasi digital sistem pembayaran Indonesia mendapat pengakuan internasional. Keberhasilan Bank Indonesia (BI) membangun ekosistem pembayaran digital yang cepat, efisien, dan inklusif menjadi salah satu rujukan praktik baik yang mendapatkan perhatian dari lembaga keuangan dunia, termasuk Islamic Development Bank (IsDB).
Presiden IsDB Muhammad Sulaiman Al Jasser mengapresiasi kepemimpinan Indonesia, khususnya Bank Indonesia, dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah global. Apresiasi tersebut tercermin dalam pengembangan sejumlah proyek prioritas IsDB di Indonesia, terutama di sektor kesehatan.
Dalam pertemuan, IsDB juga menyatakan komitmennya untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang serta mendukung pengembangan konektivitas sistem pembayaran.
"Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang kuat, sinergi lintas sektor, inovasi yang berkelanjutan, serta kepemimpinan di seluruh tingkatan organisasi," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam forum IsDB Townhall Strategic Lecture on Digital Transformation di Jeddah, Arab Saudi, dikutip dari siaran pers, Sabtu, 21 Februari 2026.
Perry menjelaskan, transformasi sistem pembayaran Indonesia melalui implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) telah membawa perubahan nyata. Penguatan QRIS, BI-FAST, serta konektivitas pembayaran lintas batas mendorong transaksi yang lebih cepat dan efisien sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.
Baca juga: Indonesia Tingkatkan Ekspor dan Penetrasi QRIS ke Negara-negara APEC
(Ilustrasi penggunaan QRIS - - Foto: dok website QRIS)
QRIS dan BI-FAST jadi referensi anggota IsDB untuk direplikasi
Ke depan, ungkap Perry, Bank Indonesia terus melangkah menuju Integrated Digital Central Bank melalui pemanfaatan data dan kecerdasan artifisial, digitalisasi proses pengambilan keputusan, serta penguatan tata kelola dan budaya kerja digital guna menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan operasional yang semakin efisien.
"Pengalaman transformasi digital Bank Indonesia, termasuk pengembangan QRIS dan BI-FAST, diharapkan dapat menjadi referensi bagi negara anggota IsDB untuk direplikasi untuk mendorong penguatan proses dan organisasi yang lebih agile," tutur Perry.
Rangkaian kegiatan di Jeddah diawali dengan pertemuan bilateral antara Perry selaku Alternate Governor IsDB dari Indonesia dan Presiden IsDB guna memperkuat kerja sama kedua institusi. Dalam pertemuan tersebut, Perry menegaskan komitmen Indonesia sebagai mitra strategis IsDB, termasuk melalui peran Indonesia sebagai salah satu pemegang investasi sukuk IsDB dan kontributor modal terbesar.
Kerja sama ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi yang lebih konkret dalam mendorong transformasi digital dan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan kemaslahatan bersama bagi negara-negara anggota.




