Tiga Juta Penerima Bansos Baru Belum Cair, Kemensos Ungkap Penyebabnya

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sekitar tiga juta calon penerima manfaat bantuan sosial (bansos) belum menerima pencairan dana karena masih dalam proses administrasi penyaluran. Mayoritas merupakan penerima baru hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Saifullah Yusuf Menteri Sosial (Mensos) mengatakan, tambahan penerima itu muncul setelah pembaruan data yang dilakukan secara berkala setiap triwulan.

“Dari hasil pembaruan DTSEN, muncul penambahan keluarga penerima manfaat yang sebelumnya belum terdaftar,” ujar Saifullah di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Rinciannya, sekitar satu juta merupakan penerima baru Program Keluarga Harapan (PKH) dan sekitar dua juta lainnya penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Namun hingga kini, mereka masih menunggu penyelesaian proses pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, serta persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia.

“Sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1-2 bulan untuk burekol-nya sebelum bantuan dapat dicairkan,” katanya dilansir dari Antara.

Menurut Saifullah, proses administrasi menjadi tahapan krusial untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan tersalurkan langsung ke rekening penerima.

Seluruh penyaluran bansos dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia guna menjamin transparansi dan akuntabilitas distribusi.

Sementara itu, penyaluran bansos triwulan pertama 2026 dilaporkan berjalan progresif. Hingga awal Februari yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, realisasi penyaluran telah melampaui 85 persen atau di atas Rp15 triliun.

Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sudah diterima oleh 8.940.958 keluarga penerima manfaat (KPM) dari total alokasi 10 juta KPM. Nilai yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp6 triliun atau sekitar 89,4 persen.

Adapun Bantuan Sembako atau BPNT telah menjangkau lebih dari 15 juta KPM dari total 18.250.000 KPM, dengan nilai penyaluran melebihi Rp9 triliun atau sekitar 86,9 persen. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Proyeksi Ekonomi Sulsel 2026 Stabil di 5-5,8%, Ingatkan Masalah Investasi dan Infrastruktur
• 20 jam laluterkini.id
thumb
Seskab Beberkan Hasil Kunjungan Prabowo ke AS: Tarif Dagang Turun hingga Porsi Saham Freeport Naik
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Kisah Ramadhan Hugo Ekitike: Puasa, Refleksi Diri, dan Dukungan Liverpool
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Mahkamah Agung AS Batalkan Kebijakan Tarif Resiprokal Donald Trump
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DPR Soroti Kontrak Rp24,66 Triliun Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Niaga KDKMP
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.