Rupiah Sepekan Turun 0,30 Persen Dibayangi Sinyal Suku Bunga The Fed hingga Tarif AS

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tekanan terhadap rupiah selama seminggu terakhir didominasi oleh risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang bernada hawkish.

Rupiah Sepekan Turun 0,30 Persen Dibayangi Sinyal Suku Bunga The Fed hingga Tarif AS (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pergerakan rupiah dalam sepekan melemah 0,30 persen dibayangi kebijakan suku bunga The Fed yang disertai dengan kesepakatan tarif AS.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (20/2/2026) ditutup menguat 0,04 persen secara harian ke level Rp16.888 per USD, turun dibandingkan posisi Rp16.836 pada Jumat (13/2/2026) sebelumnya.

Baca Juga:
Kasus Manipulasi Saham, Influencer hingga Perusahaan Kena Denda Miliaran Rupiah

Senada, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI) menunjukkan penguatan harian 0,23 persen ke level Rp16.885 per USD, namun secara keseluruhan dalam sepekan tetap melemah 0,24 persen.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, tekanan terhadap rupiah selama seminggu terakhir didominasi oleh risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Januari yang bernada hawkish.

Baca Juga:
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.888 per USD

"Risalah tersebut memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi. Hal itu membuat Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil," tulis Ibrahim dalam risetnya, Sabtu (21/2/2026).

Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi juga semakin memperkokoh posisi dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga:
BI Benarkan Rupiah Sudah Undervalued, Optimistis Bakal Balik Arah

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam menyepakati dokumen perdagangan bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance di Washington DC, Jumat (20/2/2026).

Meski demikian, penguatan dolar AS masih akan membayangi rupiah pada perdagangan berikutnya dalam rentang Rp16.880-Rp16.910 per USD.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Championship: Alasan Kesehatan, Erwan Hendarwanto Digantikan Muhammad Ridwan sebagai Pelatih Garudayaksa FC
• 18 jam lalubola.com
thumb
Alasan Terdakwa Demo Agustus Unggah Konten "Sikat Semua Polisi": Utang Budi ke Teman
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Pleidoi Yoki Firnandi di Kasus Minyak Mentah, Bantah Korupsi: Saya Tidak Pernah Ambil Uang Negara
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Satpol PP Bakal Tertibkan Lagi Glodok yang Semrawut Usai Imlek
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Respons Kejagung Soal Abk Dituntut Hukuman Mati: ABK Tahu Kapal Bawa Narkoba | BERITA UTAMA
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.