Kronologi Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan, Pilot Meninggal Dunia

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kecelakaan pesawat kembali terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Sebuah pesawat milik Pelita Air Service dilaporkan jatuh di kawasan perbukitan Desa Pa Betung, Kecamatan Kerayan Timur, Kabupaten Nunukan. Beginilah kronologi pesawat Pelita Air jatuh di Nunukan.

Insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah mengangkut bahan bakar minyak (BBM) Pertamina menuju Tarakan. Sinyal darurat sempat diterima petugas sebelum pesawat hilang dari pantauan.

Cuaca di lokasi kejadian dilaporkan kurang bersahabat dengan awan rendah dan hujan ringan. Berikut kronologi pesawat Pelita Air jatuh berdasarkan informasi yang kami himpun dari Kompas TV dan Tribunnews.com, Sabtu (21/2/2026).

Kronologi Pesawat Pelita Air Jatuh

Berdasarkan data yang dihimpun, insiden pesawat Pelita Air jatuh ini terjadi pada Rabu (17/2/2026). Pesawat tipe AT-802 dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 lepas landas dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 12.10 WITA.

Pesawat tersebut mengangkut BBM Pertamina dan hanya membawa satu kru, yakni pilot Kapten Hendrick Lodewyck Adam. Tidak ada awak kabin maupun penumpang dalam penerbangan tersebut.

Pesawat dijadwalkan tiba di Tarakan sekitar pukul 13.15 WITA. Sebelum insiden terjadi, pilot sempat melaporkan kepada ATC Tarakan bahwa pesawat diperkirakan memasuki wilayah udara Malinau sekitar pukul 12.24 WITA.

Dalam kronologi pesawat Pelita Air jatuh ini, titik krusial terjadi pada pukul 12.20 WITA. Sekitar 10 menit setelah mengudara, pesawat mengirimkan sinyal emergency locator transmitter (ELT) yang diterima oleh petugas ATC Tarakan.

Sekitar pukul 12.25 WITA, saksi mata di apron Bandara Long Bawan melihat pesawat turun dalam posisi miring ke arah belakang bukit di ujung runway 22. Pernyataan tersebut disampaikan Danlanud Anang Busra Tarakan, Marsma TNI Andreas Ardianto Dhewo dalam jumpa pers.

Kesaksian warga sekitar menyebutkan pesawat jatuh sekitar pukul 12.33 WITA. Setelah menghantam perbukitan, pesawat terbakar dan mengepulkan asap hitam tebal yang terlihat dari kejauhan.

Informasi pesawat Pelita Air jatuh semakin diperkuat setelah Airnav Unit Long Bawan menerima laporan dari pilot pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan. Karena cuaca kurang baik, pesawat tersebut memilih kembali ke Malinau.

Dalam perjalanan kembali, pilot Susi Air menerima sinyal EALT (Emergency Locator Transmission) dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22. Namun saat itu, wilayah Krayan dilaporkan diguyur hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer.

 Baca Juga: Kronologi Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas dalam Kondisi Melepuh, Diduga Dianiaya Ibu Tiri dan Disuruh Minum Air Panas

 

Ketinggian awan berada pada posisi broken 1.400 feet, bahkan kemudian turun hingga sekitar 1.000 feet. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan penerbangan. 

Tim Gabungan Temukan Pesawat Hancur

Setelah warga melihat kepulan asap yang muncul dari perbukitan di ujung landasan, Komandan Pos TNI AU bersama Danramil dan masyarakat bergerak menuju lokasi. Medan yang dilalui berupa perbukitan dengan akses yang cukup sulit.

Pada pukul 14.33 WITA, tim menemukan pesawat dalam kondisi hancur. Pilot yang menjadi satu-satunya awak pesawat telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban dievakuasi secara manual karena medan yang berat. Sekitar pukul 15.20 WITA, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan untuk penanganan lebih lanjut.

Selain mengevakuasi korban, personel TNI langsung mengamankan puing-puing pesawat guna mendukung proses investigasi oleh pihak berwenang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dapat segera diketahui.

Penerbangan menuju Krayan sempat dihentikan sementara akibat faktor cuaca. Pihak Lanud menyatakan telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait penanganan insiden tersebut.

Jenazah Akan Diterbangkan ke Jakarta

Jenazah Kapten Hendrick Lodewyck Adam dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026. Komandan Lanud bersama Kepala Basarnas Tarakan dan pihak maskapai direncanakan berangkat menggunakan pesawat jenis MEV menuju Krayan.

Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak Pelita Air untuk diterbangkan dari Krayan ke Balikpapan, lalu dilanjutkan ke Jakarta menggunakan pesawat Airbus milik Pelita Air. Demikianlah kronologi kecelakaan pesawat Pelita Air jatuh di Nunukan. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ExxonMobil Kucurkan Investasi Rp168 Triliun, Perpanjang Kontrak hingga 2055
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, Ini Kata MUI 
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Hari Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selama Ramadan, Pemkab Bogor Larang Tempat Hiburan Beroperasi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MA Telaah Syarat Formil Kasasi Hendra Lie, Berpotensi Dikembalikan ke PN Jakut
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.