Bisnis.com, MEDAN — Deretan penjaja aneka takjil dan kuliner lain untuk menu berbuka puasa mulai memadati sisi-sisi jalan strategis di Medan sejak hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Seperti yang terlihat di satu bagian Jalan Amaliun Kecamatan Medan Area, lokasi permukiman dan pertokoan yang terletak tak jauh dari Masjid Raya Al Mashun Medan. Kawasan yang disebut sebagai salah satu pusat permukiman masyarakat suku Minang Sumatra Barat di Medan ini berubah menjadi sentra kuliner setiap datang bulan Ramadan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, satu per satu pedagang takjil mulai membentangkan lapak mereka. Ada yang menggunakan gerobak keliling, etalase kaca maupun modifikasi dari kayu dan plastik, bahkan meja kayu sederhana untuk memajang aneka makanan untuk berbuka. Kondisi ini tentu kontras dengan kondisi di bulan selain Ramadan.
Selain makanan matang yang siap bungkus seperti kue basah atau jajanan pasar, tak sedikit di antara pedagang yang menjual makanan panas atau dimasak di tempat. Seperti halnya bakso bakar, cemilan telur gulung, tempura goreng, bakso, sate, bahkan aneka penyetan/menu bakaran untuk teman santap nasi sesudah berbuka.
Maraknya penjaja-penjaja kuliner saat Ramadan, termasuk dengan perhelatan Ramadan Fair atau pusat kuliner Ramadan yang rutin digelar Pemko Medan diprediksi akan meningkatkan penggunaan gas elpiji (LPG).
Area Manager Comm, Rel, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan prediksi kenaikan penggunaan LPG selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 meningkat hingga 3,8%.
Baca Juga
- Pertamina Bakal Impor Migas Rp253,3 Triliun dari AS Lewat Tender Terbuka
- Pertamina-Halliburton Teken Kerja Sama Pemulihan Lapangan Minyak
- Pertamina Tebar Promo Bright Gas Selama Ramadan-IdulFitri 2026
"Perkiraan peningkatan 3,8% dibandingkan rerata konsumsi normal harian. Pada kondisi normal rata-rata penyaluran LPG di wilayah Sumbagut sebanyak 3.733 MT per hari. Selama Ramadan dan Idulfitri 2026 diperkirakan meningkat menjadi 3.874 MT per hari,” jelas Fahrougi dalam keterangan resmi, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).
Dia menjelaskan peningkatan kebutuhan LPG sejalan dengan tingginya aktivitas rumah tangga dan usaha mikro serta kebutuhan kuliner saat periode Ramadan.
Pertamina Patra Niaga pun berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan distribusi yang optimal.
Namun, dia mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg sesuai peruntukannya. Pembelian pun sebaiknya dilakukan di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan pemerintah.
Dalam hal pengawasan, Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi dan melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan LPG bersubsidi dengan menghubungi Call Center Pertamina.
"Kami juga terus meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, Agen LPG, serta Pangkalan untuk menjaga kelancaran distribusi LPG,” katanya.
(240)




