MEDAN, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan risiko bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di wilayah pegunungan serta pesisir barat Sumatera Utara untuk Minggu (22/2/2026).
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Talin menyatakan, curah hujan dengan intensitas sedang menjadi pemicu utama potensi bencana tersebut.
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah pesisir barat dan pegunungan Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor," ujar Talin dilansir dari Antara, Sabtu (21/2).
Baca Juga: BMKG Peringatkan Anomali Cuaca Awal Ramadan 2026, Ini Daftar Wilayah Rawan 21-26 Februari
Sebaran Potensi Hujan di Kabupaten/Kota
Berdasarkan rincian data BMKG, hujan dengan intensitas ringan diprediksi mengguyur sejumlah wilayah sejak pagi hingga malam hari.
Berikut adalah daftar wilayah yang masuk dalam pantauan:
- Pagi Hari: Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Labuhan Batu, dan Mandailing Natal.
- Siang Hari: Dairi, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, dan Padang Lawas (termasuk wilayah yang terpantau pada pagi hari).
- Malam Hari: Kondisi hujan ringan meluas hingga mencakup wilayah Toba.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 21 Februari 2026: 7 Wilayah Diprediksi Hujan Petir, Termasuk Jakarta
Secara teknis, suhu udara rata-rata di Sumatera Utara berada pada angka 13 hingga 32 derajat Celcius.
Tingkat kelembapan udara mencapai 74-100 persen dengan pergerakan angin dari barat ke barat daya pada kecepatan 4 hingga 14 km per jam.
Penulis : Danang Suryo Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- Sumatera Utara
- banjir
- longsor
- gelombang tinggi
- prakiraan cuaca 22 Februari




