HARIAN FAJAR, SIDRAP – Satu tahun kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif-Nur Kanaah (SAR-Kanaah) dinilai menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan daerah yang lebih progresif, berkarakter, dan berorientasi masa depan.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sidrap, Ismail Ma’sa menilai dalam kurun satu tahun, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan SAR-Kanaah mencatatkan angka 87,7 persen.
“Sebuah capaian fantastis yang berhasildiraih sebagai buah dari kerja keras dan kolaborasi,” ucapnya.
Ketua Umum Ikatan Sarjana NU Kabupaten Sidrap ini menuturkan bahwa peningkatan indikator kinerja pemerintahan, penguatan tata kelola, serta keberhasilan program pemberdayaan masyarakatmenjadi catatan penting perjalanan ini.
“Prestasi-prestasi ini bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi menjadi refleksi nyata dari komitmen untuk menghadirkan perubahan,” tuturnya.
Ismail menambahkan bahwa setiap capaian adalah bukti bahwa arah pembangunan beradadi jalur yang tepat, sekaligus motivasi untuk terus berinovasidan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
SAR-Kanaah dengan visi besarmenghadirkan Sidrap Maju, Sidrap Berkah dan Religius, arah pembangunan tidak hanya diletakkan pada capaian fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada penguatannilai, moralitas, dan kesejahteraan masyarakat secaramenyeluruh.
Apalagi sebagai salah satu daerah strategis di Sulsel, Sidrap memiliki potensi besar di sektorpertanian, peternakan, perdagangan, dan sumber dayamanusia.
“Dalam satu tahun ini, SAR-Kanaah berupaya mengakselerasi potensi tersebut melalui kebijakan yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan,” lanjut Ismail.
Ismail menilai komitmen menghadirkan Sidrap Maju diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor unggulan daerah.
Jalan penghubung antarwilayah terusditingkatkan untuk memperlancar distribusi hasil pertaniandan mendukung mobilitas masyarakat.
Peningkatan fasilitas publik mulai dari sarana pendidikan, layanan kesehatan, pembukaan jalur baru hingga ruang-ruang ekonomi menjadi bukti nyata keberpihakan pada kebutuhan dasar Masyarakat.
Ismail menjelaskan bahwa sebagai daerah lumbung pangan, Kabupaten Sidrap terus didorong menuju modernisasi pertanian.
Tidak hanya mempertahankan predikat sebagai sentra beras, tetapi juga memperluas diversifikasi komoditas pertanian dan peternakan agar memiliki daya saing lebih tinggi.
Di sisi lain, pemberdayaan UMKM menjadi penggerakekonomi kerakyatan. Pelatihan kewirausahaan, digitalisasiusaha, hingga fasilitasi promosi produk lokal menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Reformasi birokrasi turut digencarkan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel, mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan responsif terhadap aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Ismail mengungkapkan bawa pemerintahan SAR-Kanaah menyadari bahwa kemajuan tanpa landasan moral akan rapuh. Karena itu, nilai-nilaireligius diteguhkan sebagai fondasi utama dalam membangunperadaban baru.
“Penguatan kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda berbasis nilai spiritual, serta dukungan terhadap lembaga dan Pendidikan keagamaan menjadi prioritas strategis,” ungkapnya.
Program-program keagamaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan untuk membentuk karakter masyarakat yang jujur, disiplin, dan berintegritas.
Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanyaunggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Dengan menjadikan religiusitas sebagai ruhpembangunan, Sidrap diarahkan menjadi daerah yang harmonis, toleran, dan penuh keberkahan.
Kolaborasi antara Pemerintahan SAR-Kanaah dengan Majelis Ulama Indonesia dan organisasi keagamaan lainnya bukan sekadar hubungan institusional, melainkan kemitraan strategis dalammembangun peradaban daerah yang maju, berkarakter, dan diridhai Allah SWT. (ams)




