Meulaboh (ANTARA) - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan Ke-83/WPS Sindikat VII menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
“Kegiatan sosial tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat seperti bencana alam,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan dalam keterangan diterima di Meulaboh, Sabtu.
Ia mengatakan bantuan tersebut disalurkan langsung kepada warga guna membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pasca-bencana.
Penyerahan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah agar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan, seperti lansia dan keluarga kurang mampu.
Baca juga: Relawan salurkan seragam ke siswa terdampak banjir di daerah terisolir
Ia mengatakan kegiatan ini bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Aceh Barat, sekaligus menjadi bentuk implementasi nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang ditanamkan dalam pendidikan calon perwira Polri.
Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa STIK dalam kegiatan kemanusiaan ini menjadi sarana pembelajaran langsung dalam memahami kondisi sosial masyarakat sekaligus memperkuat empati serta kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi warga.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembagian bantuan sosial ini, mahasiswa STIK tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan solidaritas.
“Diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap situasi,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan.
Baca juga: Jembatan putus, warga Sibio-bio terobos sungai angkut hasil pertanian
Baca juga: Pembukaan akses jalan di Bener Meriah kini capai 60-70 persen
“Kegiatan sosial tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat seperti bencana alam,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan dalam keterangan diterima di Meulaboh, Sabtu.
Ia mengatakan bantuan tersebut disalurkan langsung kepada warga guna membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pasca-bencana.
Penyerahan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah agar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan, seperti lansia dan keluarga kurang mampu.
Baca juga: Relawan salurkan seragam ke siswa terdampak banjir di daerah terisolir
Ia mengatakan kegiatan ini bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Aceh Barat, sekaligus menjadi bentuk implementasi nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang ditanamkan dalam pendidikan calon perwira Polri.
Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa STIK dalam kegiatan kemanusiaan ini menjadi sarana pembelajaran langsung dalam memahami kondisi sosial masyarakat sekaligus memperkuat empati serta kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi warga.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembagian bantuan sosial ini, mahasiswa STIK tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan solidaritas.
“Diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap situasi,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan.
Baca juga: Jembatan putus, warga Sibio-bio terobos sungai angkut hasil pertanian
Baca juga: Pembukaan akses jalan di Bener Meriah kini capai 60-70 persen





