LONDON, KOMPAS.TV — Keluarga Kerajaan Inggris tengah menghadapi krisis terburuk yang disebut-sebut sebagai krisis paling buruk dalam beberapa generasi terakhir. Namun mereka tetap terlihat melanjutkan tugas Kerajaan.
Beberapa minggu terakhir, Pangeran Andrew yang merupakan adik dari Raja Charles ditangkap polisi terkait skandal yang mengaitkannya dengan kasus Jeffrey Epstein.
Polisi menggeledah dua properti kerajaan, dan komentator berita tanpa henti membahas detail skandal seks yang dilakukan Andrew.
Sementara itu, keluarga Kerajaan Inggris yang lain masih terlihat melanjutkan tugas mereka.
Pada Kamis sore, Raja Charles III duduk di barisan depan pada hari pertama London Fashion Week, Ratu Camilla menghadiri konser makan siang, dan Putri Anne terlihat mengunjungi penjara.
Keputusan untuk melanjutkan tugas-tugas kerajaan normal lebih dari sekadar contoh ketabahan Inggris dalam menghadapi krisis terbesar monarki dalam hampir satu abad terkhir.
Namun hal ini adalah babak pembuka perjuangan Keluarga Windsor untuk bertahan hidup, karena penangkapan mantan Pangeran Andrew mengancam untuk melemahkan dukungan publik terhadap monarki.
Baca Juga: Kasus Epstein, Polisi Bebaskan Mantan Pangeran Kerajaan Inggris Andrew | KOMPAS PETANG
Raja Charles III pun menyatakan dukungannya terhadap penyelidikan polisi atas persahabatan saudaranya dengan mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
“Keluarga saya dan saya akan terus menjalankan tugas dan pelayanan kami kepada Anda semua,” katanya dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani dengan nama Charles R. R merupakan singkatan untuk Rex, kata Latin untuk raja.
Krisis Terbesar Sejak Abdikasi Tahun 1936Penulis : Tussie Ayu Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Associated Press
- berkas epstein
- kasus pangeran andrew
- keluarga kerajaan inggris
- krisis kerajaan inggris





