Mauricio Souza Minta Maaf dan Beberkan Alasannya Kembali Terkena Kartu Kuning: Saya Ceroboh!

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara terkait insiden yang menyebabkan dirinya kembali diganjar kartu kuning. Ia menilai jika hal itu merupakan kesalahan ceroboh. 

‎Kemenangan dramatis kembali diraih Persija Jakarta saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-22 Super League 2025-2026. Meski sukses mengamankan tiga poin, laga tersebut menyisakan catatan kritis dari sang pelatih, Mauricio Souza, yang menyoroti absennya teknologi VAR.

‎Pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2/2026), berjalan dalam tensi tinggi sejak awal. Persija memang keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1, tetapi menurut Souza ada aspek penting yang mengurangi kualitas jalannya laga.

‎Sejak sebelum sepak mula, pihak penyelenggara sudah mengumumkan bahwa Video Assistant Referee tidak dapat difungsikan karena kendala teknis. Informasi tersebut diterima kedua tim, dan pertandingan tetap digelar tanpa bantuan tayangan ulang.

‎Di atas rumput hijau, Persija menunjukkan efektivitas dalam menyelesaikan peluang. Gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-30 dan Maxwell Souza di menit ke-67 menjadi pembeda dalam duel sengit tersebut.

‎PSM Makassar sempat memberikan perlawanan lewat gol Sheriddin Boboev pada menit ke-37. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

‎Hasil ini membuat Persija kini mengantongi 47 poin di klasemen sementara. Mereka naik ke posisi kedua dan memiliki jumlah poin yang sama dengan Persib Bandung, sehingga persaingan papan atas semakin ketat.

‎Terlepas dari hasil positif tersebut, Mauricio Souza tidak menutup mata terhadap dinamika di lapangan. Ia secara terbuka menyampaikan bahwa ketiadaan VAR memengaruhi keyakinan perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan.

‎Menurutnya, dalam laga berintensitas tinggi seperti ini, dukungan teknologi sangat dibutuhkan. Terlebih ketika muncul situasi-situasi yang memicu perdebatan di antara pemain dan ofisial.

‎“Sayang di hari ini tidak ada VAR. Apapun yang menjadi keraguan di laga, VAR seharusnya bisa membantu,” ujar Mauricio Souza usai laga, Jumat. 

‎Ia menilai keberadaan teknologi tersebut penting untuk menentukan pihak yang melakukan kesalahan dalam sebuah insiden permainan.

‎Pelatih asal Brasil itu menambahkan bahwa timnya sebenarnya sudah memahami situasi tersebut sebelum pertandingan dimulai. Namun ia mengakui tidak ada opsi lain selain menerima keputusan panitia.

‎“Sayangnya, kita sudah diberi tahu bahwa tidak ada VAR dan kita tidak bisa lakukan apa-apa,” kata Souza. 

‎Ketegangan memuncak ketika terjadi dugaan offside pemain PSM Makassar yang tidak segera dihentikan oleh hakim garis. Souza terlihat bereaksi keras karena menilai ada keraguan dalam proses pengambilan keputusan.

‎Aksi protes tersebut membuat wasit menghentikan pertandingan sejenak dan menghampiri bangku cadangan Persija. Tanpa banyak perdebatan, kartu kuning pun diberikan kepada Mauricio Souza.

‎Alasan Souza kembali terkena kartu kuning ternyata disebabkan reflek spontan yang ia berikan. Ia terlihat melakukan gestur melempar botol hingga pantulannya menuju arah bench PSM Makassar. 

‎“Saya melihat hakim garis berlari. Dia membiarkan permainan berlanjut seolah-olah dia akan menunggu permainan selesai sebelum berkonsultasi dengan VAR,” ungkap Souza. 

‎“Jika tidak ada VAR, tidak boleh ada penundaan. Anda harus memutuskan saat itu juga. Jujur saja, saya pikir dia akan membiarkan permainan berlanjut dan itulah yang terjadi,” tambahnya. 

‎Souza kemudian menyampaikan permohonan maaf atas reaksinya yang berujung kartu kuning tersebut dan mengaku tindakannya itu ceroboh.

‎"Ya, saya sudah meminta maaf. Itu benar-benar tindakan yang tidak bertanggung jawab dan ceroboh," pungkas Souza. 

‎(igp) 
 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilar Pastikan Loka Padel Tak Boleh Beroperasi Sebelum PBG Terbit
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Produk AS Disepakati Masuk RI Tak Perlu Sertifikasi Halal, MUI: Hindari
• 9 menit lalurctiplus.com
thumb
BI dan Kemenkeu Sepakati Debt Switch SBN Rp173,4 Triliun di 2026
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kerry Anak Riza Chalid Harap Divonis Bebas dalam Kasus Minyak Mentah
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Tegas Pram ke Oknum Pemprov DKI yang Lakukan Pungli: Langsung Dibebastugaskan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.