TABLOIDBINTANG.COM - Selama ini diabetes identik dengan orang dewasa. Namun kini, anak-anak pun tak luput dari ancaman, terutama diabetes tipe 2 yang berkaitan erat dengan gaya hidup.
Perubahan pola hidup anak zaman sekarang disebut-sebut menjadi faktor utama.
Minim aktivitas fisik dan tingginya konsumsi makanan olahan seperti sosis, nugget, minuman manis kemasan, hingga susu berpemanis membuat risiko meningkat tajam.
Diabetes tipe 2 sendiri merupakan penyakit kronis yang memengaruhi cara tubuh memproses gula darah (glukosa). Jika tak ditangani serius, kadar gula yang menumpuk dalam darah bisa memicu komplikasi jangka panjang yang berbahaya.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk peka terhadap gejala awal. Melansir penjelasan medis dari Mayo Clinic, ada sejumlah tanda yang patut diwaspadai.
8 Tanda Awal Diabetes pada Anak
Berikut gejala yang kerap muncul dan sering dianggap sepele:
Sering haus, terutama mencari minuman manis atau berperasa.
Lebih sering buang air kecil dari biasanya.
Mudah lapar, meski baru saja makan.
Cepat lelah tanpa aktivitas berat.
Penglihatan mulai buram atau menurun.
Muncul area kulit menggelap, biasanya di leher, ketiak, atau lipatan paha.
Berat badan turun drastis (lebih sering pada tipe 1, tapi tetap bisa terjadi).
Rentan mengalami infeksi berulang.
Jika Si Kecil menunjukkan beberapa tanda di atas, jangan tunda untuk bertindak.
Jangan Tunggu Parah!
Langkah awal yang bisa dilakukan orang tua adalah memperbaiki pola hidup anak. Ajak anak rutin bergerak, mulai dari jalan kaki santai hingga olahraga ringan di pagi hari.
Perhatikan juga asupan makanan dengan memperbanyak real food seperti sayur, buah, protein alami, serta mengurangi makanan instan dan minuman tinggi gula.
Konsultasi ke dokter sangat dianjurkan untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama bila anak memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
Ingat, semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang mencegah komplikasi. Jangan sampai terlambat karena menganggap gejalanya sepele.




