Deal Dagang RI–AS Diteken, Tarif Turun Tapi Risiko Menggunung: Dari Banjir Impor hingga Tekanan UMKM

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kesepakatan dagang antara Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump resmi diteken pada 19 Februari 2026 sebagai kelanjutan framework kerja sama ekonomi yang telah dirintis sejak Juli 2025.

Perjanjian bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat ini disebut sebagai salah satu kesepakatan perdagangan terbesar dalam sejarah hubungan kedua negara.

Di atas kertas, perjanjian ini menawarkan akses pasar yang lebih luas dan integrasi rantai pasok global. Namun di balik berbagai kemudahan tarif dan komitmen investasi, muncul kekhawatiran soal dampak jangka panjang terhadap neraca dagang, ketahanan industri nasional, hingga ruang kebijakan ekonomi domestik.

Berikut poin-poin utama dalam nota kesepakatan tersebut:

Poin Utama MoU Kesepakatan Dagang RI–AS1. Penurunan Tarif Ekspor Indonesia ke AS

Amerika Serikat menurunkan tarif produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.
Selain itu, sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapatkan tarif 0 persen, di antaranya:

  • Minyak sawit (CPO)

  • Kopi dan kakao

  • Karet

  • Komponen elektronik dan semikonduktor

  • Komponen pesawat terbang

Untuk produk tekstil dan pakaian tertentu, AS menerapkan skema tariff rate quota (TRQ) dengan tarif 0 persen dalam batas volume tertentu.

Makna strategis:
Produk ekspor Indonesia berpeluang lebih kompetitif di pasar AS, terutama sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki.

2. Indonesia Menghapus Bea Masuk Lebih dari 99 Persen Produk AS

Sebagai timbal balik, Indonesia membuka hampir seluruh pasar domestik bagi barang AS, meliputi:

  • Produk pertanian

  • Produk kesehatan dan farmasi

  • Makanan laut

  • Teknologi informasi dan komunikasi

  • Produk otomotif

  • Bahan kimia industri

Makna strategis:
Pasar Indonesia menjadi jauh lebih terbuka bagi barang impor berteknologi tinggi dan produk pangan dari AS.

3. Penghapusan Pembatasan Ekspor ke AS, Termasuk Mineral Penting

Indonesia sepakat menghapus berbagai pembatasan ekspor komoditas industri ke AS, termasuk mineral strategis yang selama ini menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional.

Makna strategis:
AS mendapat akses lebih stabil terhadap bahan baku industri, sementara Indonesia masuk lebih dalam ke rantai pasok global.

4. Komitmen Impor Besar-Besaran dari AS Senilai US$33 Miliar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rayakan Tahun Baru Tibet, Lhasa gelar pertunjukan berkuda
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
MUI Minta Warga Tahan Diri dan Tak Emosi soal WNA Protes Suara Tadarusan di NTB
• 21 jam laludetik.com
thumb
Netflix Caplok Warner Bros, James Cameron Khawatirkan Masa Depan Bioskop Terancam
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Doa Mohon Petunjuk, Klenteng Ban Hin Kiong Dapat Izin Prosesi Cap Go Meh
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejari OKU Timur Naikkan Status Dugaan Korupsi FLPP Menjelang Pergantian Pimpinan
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.