RMA Indonesia Buka Suara Soal Pesanan 35 Ribu Pikap Mahindra dari Agrinas

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Skema pengadaan 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Agrinas Pangan Nusantara menjadi sorotan. Rinciannya sebanyak 70 ribu unit diakomodasi oleh Tata Motors dan sisanya dari Mahindra.

Khusus Mahindra, menunjuk perusahaan distributor RMA Grup Indonesia sebagai agen pemegang merek Mahindra di tanah air.

Namun Media & Public Relations Manager RMA Grup Indonesia, Lidya Tamara menegaskan, perusahaannya tidak terlibat dalam proses pengadaan unit. Ia menyebut kerja sama yang berlangsung dilakukan langsung antara pihak Agrinas dengan prinsipal di India.

“Sehubungan dengan hal tersebut, dapat kami sampaikan bahwa dalam proyek yang diberitakan, RMA Indonesia tidak terlibat dalam proses pengadaan unit dimaksud,” ujar Lidya kepada kumparan, Sabtu (21/2/2026).

RMA Indonesia selama ini dikenal sebagai distributor resmi merek Mahindra di Tanah Air. Namun dalam proyek impor kendaraan untuk Agrinas, ia menekankan bahwa skema kerja samanya tidak melalui jalur distribusi domestik.

“Adapun kerja sama yang berlangsung merupakan kerja sama langsung dengan Mahindra India,” lanjutnya.

Dengan skema tersebut, RMA Indonesia menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan lebih jauh mengenai detail teknis maupun administratif proyek pengadaan tersebut. Informasi terkait jumlah unit, mekanisme impor, hingga distribusi disebut berada di luar lingkup perusahaan.

“Dengan demikian, kami dari RMA Indonesia tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait detail proyek tersebut,” kata Lidya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa proses impor kendaraan niaga dalam jumlah besar tersebut tidak melalui jaringan distributor resmi di Indonesia.

Sejauh ini, belum ada penjelasan rinci dari pihak Agrinas terkait struktur pembelian maupun tahapan pengiriman unit. Di tengah perdebatan mengenai dampaknya terhadap industri otomotif domestik, transparansi skema pengadaan menjadi perhatian publik dan pelaku industri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bagnaia Dikabarkan Gabung Aprilia, Bezzecchi Pilih Fokus Balapan
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
HUT ke-53 Bosowa Corporindo: Tangguh Hadapi Tantangan Global
• 21 menit lalucelebesmedia.id
thumb
5 WN Bangladesh Disekap di Buleleng Bali, 1 Melarikan Diri
• 46 menit laludetik.com
thumb
Apa Saja Jejak dan Warisan Para Presiden Indonesia?
• 11 jam lalukompas.id
thumb
KPAI Minta Kasus Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas di Sukabumi Diproses Cepat, Pelaku Dihukum Maksimal
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.