Menlu Sugiono Jamin Pasukan TNI yang Dikirim ke Gaza tak Melakukan Pelucutan Senjata

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan prajurit TNI yang dikerahkan dalam misi perdamaian bersama Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza, Palestina, tidak akan melakukan operasi militer, termasuk pelucutan senjata.

Menlu mengatakan mandat pelaksanaan dari ISF adalah mengizinkan negara peserta ISF, dalam hal ini Indonesia yang juga menjadi Wakil Komandan ISF, memiliki kesempatan untuk menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat.

Baca Juga
  • Bakom RI Ajak Masyarakat Awasi Program Makan Bergizi Gratis
  • Sahabat Misterius yang Dicari Umar, Disebut Nabi, Plus Dicintai Langit
  • Tinjau Yonif TP 843/Patriot Yudha Vikasa, Panglima TNI Sholat Bareng UAH

"National caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer. Kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi," kata Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2) malam waktu setempat.

Ia menjelaskan pasukan Indonesia tidak melakukan pelucutan senjata dan kegiatan lainnya yang bersifat demiliterisasi di Gaza. Ribuan pasukan Indonesia yang dikerahkan secara bertahap itu hanya menjalankan tugas kemanusiaan, melindungi masyarakat sipil dan mempertahankan diri jika terdapat serangan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto berjalan untuk melakukan pemeriksaan pasukan pada upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). - (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

"Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement (aturan keterlibatan) yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri," kata Sugiono.

Ia juga mengatakan bahwa dalam struktur ISF, Amerika Serikat (AS) berperan sebagai force commander yang didukung oleh tiga deputy commander, salah satunya Indonesia di bidang operasi.

Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF bidang Operasi itu dinilai Sugiono sebagai sebuah penghormatan dan penghargaan atas reputasi prajurit Indonesia dalam berbagai misi perdamaian di dunia.

"Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka deputy commander operasi ini juga merupakan sesuatu penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia. Kemudian, reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," kata Sugiono.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tensi Panas Bundesliga! Gol Telat Borussia Dortmund Pangkas Jarak ke Bayern
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Fakta Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa hingga Tewas di Maluku
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Tarif Foto, Video, dan Drone di Kawasan Taman Wisata Alam Bali Tembus Rp20 juta
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
WSBP Raih Kontrak Pembangunan Laboratorium Teknologi Terintegrasi Universitas Udayana
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
LPDP Resmi Panggil Arya Iwantoro! Suami Dwi Sasetyaningtyas Terancam Kembalikan Dana Beasiswa S-2 dan S-3, Estimasinya Rp2,64 Miliar
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.