Pemerintah Tekankan Tarif 0 Persen untuk Produk AS Tak Berdampak Negatif bagi UMKM RI

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menepis isu soal banjirnya barang impor dari Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Tekankan Tarif 0 Persen untuk Produk AS Tak Berdampak Negatif bagi UMKM RI (Foto: State Dept)

IDXChannel - Pemerintah menepis isu soal banjirnya barang impor dari Amerika Serikat (AS) setelah adanya penyesuaian tarif hingga 0 persen untuk lebih dari 99 persen produk Negeri Paman Sam. Adanya potensi masifnya produk AS masuk ke dalam negeri dinilai tidak berdampak negatif pada industri UMKM.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, menitikberatkan pada dasarnya besaran bea masuk MFN Indonesia sudah cukup kecil, rata-rata efective tariff rate sekitar 8,1 pesen. Indonesia juga telah menerapkan tarif 0 persen melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas (FTA/ CEPA) dengan negara mitra utama lainnya. 

Baca Juga:
Tarif Global Baru Trump Berpotensi Juga Dibatalkan Pengadilan AS

Mitra dagang yang sudah terikat perjanjian dengan Indonesia merepresentasikan sekitar 80 persen dari total perdagangan Indonesia.

Haryo mengatakan bahwa produk impor dari AS yang mendapat penyesuaian tarif diperlukan untuk mendukung produksi dalam negeri. 

Baca Juga:
Airlangga: Pemerintah Upayakan Tarif Produk Unggulan Indonesia ke AS Tetap Nol Persen

"Sebagian besar produk yang mendapatkan fasilitas tarif 0 persen tersebut merupakan barang input, bahan baku, barang modal, dan komponen industri dengan mutu serta standar AS," kata Haryo dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).

"Produk-produk ini justru sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha dalam negeri, termasuk UMKM, untuk memproduksi barang dengan kualitas, mutu dan harga yang lebih kompetitif dengan orientasi pasar domestik maupun ekspor," ucapnya.

Baca Juga:
Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen Sepekan di Tengah Manuver Tarif Trump

Haryo mengatakan bakal ada tindakan yang dilakoni pemerintah, jika industri dalam negeri terhambat bisnisnya atas masuknya barang impor. 

"Bila ada ada aktifitas perdagangan yang mengancam eksistensi dan keberlanjutan industri lokal, Pemerintah Indonesia dimungkinkan untuk menerapkan instrumen BM Tambahan (Safeguard, Anti-dumping, dan Anti-subsidi) sesuai dengan kaidah dalam WTO," ujar Haryo.

Adapun sebelumnya, penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) pada Kamis (20/2/2025) di Washington DC, AS melahirkan komitmen soal pemerintah Indonesia yang bakal menghapus hambatan tarif terhadap lebih dari 99 persen produk asal AS di seluruh sektor.

Kesepakatan ini meliputi sejumlaj komoditas utama, mulai dar produk otomoti, kesehatan, pertanian, makanan laut, teknologi informasi, hingga bahan kimia. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNA Ngamuk Gara-Gara Suara Tadarus di Musala Gili Trawangan, Malah Terungkap Overstay
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
DPR Soroti Kontrak Rp24,66 Triliun Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Niaga KDKMP
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Honda HR-V Gen 1 Kado Ultah Gading Marten Buat Raffi Ahmad
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sangat Lebat di Berbagai Wilayah Hari Ini
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Warga Tionghoa Perantauan yang Kembali ke Daratan Tiongkok Terkejut: Jalanan Sepi dan Harga-harga Sangat Murah
• 48 menit laluerabaru.net
Berhasil disimpan.