MENYOAL fenomena lubang besar yang terus meluas di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, pakar kebencanaan dari Univeristas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati, memastikan itu bukan sinkhole dan lubang raksasa tersebut terlihat seperti mahkota longsoran. Menurutnya, lubang itu terus meluas karena gerakan tanah.
"Ini seperti mahkota longsoran, longsoran pada tanah pasir, tanahnya seperti pasir atau batu pasir yang lapuk. Ini kayak lembah alur galai atau sungai," ungkapnya beberapa waktu lalu.
"Ini ada semacam erosi ke arah hulu, itu jalannya bisa terpotong sebentar lagi. Kenapa bisa runtuh terus? Karena tebingnya, itu kohesinya sangat lemah,” sambungnya.
Baca juga : Bukan Sinkhole, Ini Penjelasan BRIN Soal Lubang Besar di Aceh
Lebih lanjut, mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu pun mengingatkan lubang raksasa tersebut berpotensi terus membesar hingga berdampak ke area sekitarnya.
Mengenai penanganan lubang raksasa itu, Dwikorita menekankan perlu ada kajian terlebih dulu dari ahli geoteknik.
Ia pun menyoroti kemungkinan penyebab munculnya lubang raksasa. Menurut Dwikorita, kemunculan lubang itu bisa jadi dipicu karena aktivitas manusia di sekitar lokasi. Sebab, amblesnya tanah di mulut lubang termasuk cepat.
Baca juga : Pemda Harus Lebih Dilibatkan untuk Keakuratan Data PBI BPJS Kesehatan
"Secara alamaiah pun bisa terjadi, hanya kalau alamiah itu kecepatannya tidak tinggi. Kalau cepat runtuh biasanya awalnya dipicu manusia," kata Dwikorita.
"Alam sekali saja dipicu oleh manusia, itu akan berlanjut dan sulit direm,” sambungnya.
Dwikorita menyarankan kepada dinas terkait agar segera melakukan analisis dan uji laboratorium mengenai lubang raksasa tersebut.
Selain itu, kata dia, pemerintah setempat juga diminta menutup zona sekitar lubang karena bisa membahayakan masyarakat sekitar. (Z-2)




