JAKARTA, KOMPAS - Antusiasme warga Jakarta untuk pulang kampung pada Lebaran 2026 mulai terlihat. Hingga 22 Februari 2026, sebanyak 488.000 tiket kereta api terjual untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen Jakarta.
Meski penjualan terus meningkat, peluang warga untuk mendapatkan tiket masih terbuka. Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pada periode pra-Lebaran (11–20 Maret 2026) masih tersedia sekitar 90.000 kursi. Ia mengimbau masyarakat segera merencanakan perjalanan dan memanfaatkan tiket yang masih tersedia.
”Kami mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan dan memanfaatkan tiket yang masih tersedia. Jangan menunggu mendekati hari keberangkatan karena penjualan terus bergerak dinamis,” ujar Franoto di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Pada periode pra-Lebaran, ketersediaan kursi masih cukup beragam, terutama di awal masa keberangkatan. Untuk 11 Maret tersedia sekitar 30.000 kursi, 12 Maret 18.000 kursi, dan 13 Maret 12.000 kursi.
Namun, mendekati puncak arus mudik, jumlah kursi yang tersisa semakin terbatas. Pada 16 Maret, misalnya, tersisa 4.000 kursi, lalu 17 Maret 2.000 kursi, 18 Maret 800 kursi, dan 19 Maret 1.800 kursi. Sementara pada 20 Maret masih tersedia sekitar 4.000 kursi.
Memasuki periode Lebaran, ketersediaan kursi pada 21 Maret tercatat 12.000 kursi dan 22 Maret sebanyak 17.000 kursi. Adapun pada periode pasca-Lebaran, yakni 23 Maret hingga 1 April 2026, masih tersedia lebih dari 20.000 kursi per hari. Data ini bersifat dinamis karena proses pemesanan berlangsung secara real time.
Selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 84 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari, terdiri atas 68 kereta api (KA) reguler, 10 KA tambahan dari Stasiun Gambir, dan 6 KA tambahan dari Stasiun Pasar Senen.
Sejumlah kereta favorit dari Gambir antara lain Argo Semeru, Pangandaran, Gunung Jati, Bima, dan Purwojaya. Sementara dari Pasar Senen, kereta yang diminati di antaranya Bengawan, Airlangga, Serayu, Kertajaya, Jayakarta, dan Progo. Kota tujuan favorit pemudik meliputi Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Purwokerto.
Selain itu, KAI menghadirkan stimulus berupa diskon 30 persen untuk tiket KA kelas ekonomi komersial yang berlaku pada 14–29 Maret 2026. Secara nasional tersedia 1,2 juta tiket diskon.
Khusus wilayah Daop 1 Jakarta, total kursi KA ekonomi komersial jarak jauh pada periode tersebut mencapai 342.000 kursi, dengan 206.000 kursi telah terjual atau dipesan.
”Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat memperoleh moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau selama masa Lebaran,” kata Franoto.
Franoto juga mengingatkan masyarakat untuk memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya, dan menghindari pembelian dari pihak yang tidak resmi. Selain itu, masyarakat diminta melakukan pengecekan secara berkala apabila tiket pada tanggal tertentu telah habis.
Di sisi lain, fenomena “war” tiket kereta juga dirasakan langsung oleh calon pemudik. Sejak penjualan dibuka, sejumlah jadwal keberangkatan pada pertengahan Maret cepat terisi dalam waktu singkat.
Tyas Irani (34), warga Jakarta Selatan, mengaku sudah bersiap sebelum tengah malam untuk mendapatkan tiket keberangkatan 14 Maret 2026 tujuan Yogyakarta. Ia memesan tiket pada pekan lalu dan berhasil mengamankan kursi yang diinginkan.
”Saya sudah siapkan aplikasi dan data penumpang dari malam sebelumnya. Begitu jam penjualan dibuka, langsung pesan. Tidak sampai 10 menit, beberapa jadwal sudah habis,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Menurut Tyas, fenomena “war” tiket kereta sudah menjadi rutinitas setiap musim mudik Lebaran. Oleh karena itu, ia selalu berusaha memesan lebih awal agar perjalanan pulang kampung tetap nyaman dan sesuai rencana.
”Kalau tidak langsung memesan, biasanya sisa kereta yang harga tiketnya mahal. Jadi harus memesan secepat mungkin,” kata Tyas.
Pengalaman serupa dirasakan Fathan (29), warga Jakarta Timur yang hendak mudik ke Surabaya. Awalnya, ia menargetkan keberangkatan 18 Maret 2026. Namun saat mengakses aplikasi, tiket pada jam keberangkatan yang diinginkan sudah habis.
”Tanggal dan jam yang saya mau sudah habis, akhirnya saya ambil alternatif sehari sebelumnya. Saya paling senang perjalanan malam agar bisa tidur dan makan di kereta,” ujarnya.





