Dishub DKI Bantah Anggotanya Bagikan Rompi dan Karcis ke Jukir Liar

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membantah dugaan keterlibatan oknum internal dalam praktik parkir liar yang disebut-sebut memberikan rompi dan karcis parkir kepada juru parkir (jukir) liar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dishub DKI Jakarta, Masdes Arouffy, menegaskan informasi yang beredar merupakan pemberitaan lama yang kembali diangkat dan tidak sesuai dengan fakta.

“Kejadian dimaksud tidak terjadi pada waktu sekitar saat ini di mana pemberitaan ditayangkan pada Februari 2026, namun hal tersebut terjadi pada tahun lalu, Mei 2025. Dugaan oknum Dishub memberikan rompi dan karcis parkir kepada jukir liar untuk pungli, adalah tidak benar,” kata Arouffy saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Baca juga: DPRD DKI Ungkap Dugaan Oknum Dishub Pasok Seragam dan Atribut untuk Parkir Liar

Arouffy menjelaskan, pada 2025 Dishub telah memberikan klarifikasi resmi bahwa tidak ada penyalahgunaan wewenang berupa pemberian atribut kepada jukir liar.

Atribut seperti rompi, karcis parkir, dan surat tugas hanya diberikan kepada jukir resmi sebagai bagian dari pembinaan.

Menurut Arouffy, sosok berinisial R yang disebut sebagai koordinator lapangan Dishub dalam pemberitaan sebenarnya merupakan staf biasa Unit Pengelola Perparkiran bernama Mat Romli.

Yang bersangkutan membantu proses administrasi pemberian perlengkapan kepada jukir resmi, bukan kepada jukir liar.

“Saudara R alias Mat Romli bukan memasok atau memberikan rompi dan karcis parkir kepada jukir liar, tetapi memberikan rompi, karcis parkir, dan surat tugas kepada jukir baru yang ditugaskan menjadi jukir resmi Dishub,” kata dia.

Baca juga: Pemprov DKI Klaim Tertibkan 100 Titik Parkir Liar Setiap Hari

Dalam razia yang dilakukan jajaran Polsek Cempaka Putih, polisi mengamankan tujuh orang jukir dari lokasi.

Mereka terdiri dari dua jukir resmi binaan Dishub dan lima jukir liar.

Dishub kemudian menunjukkan dokumen legalitas jukir resmi kepada penyidik.

Berdasarkan pemeriksaan, dua jukir resmi dipulangkan karena tidak terbukti melakukan pungutan liar, sementara lima jukir liar ditahan karena terbukti melakukan pungli.

Arouffy menegaskan, di lapangan memang ditemukan perbedaan antara jukir resmi yang memiliki surat tugas dan jukir liar yang beroperasi tanpa legalitas.

“Dua jukir resmi Dishub tidak ditahan atau diperbolehkan pulang karena tidak cukup bukti yang bersangkutan melakukan pungli. Lima jukir liar ditahan karena terbukti melakukan pungli,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI Akui Parkir Liar Marak di Pasar Tradisional dan Pusat Perdagangan

Sebelumnya, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, mengungkap dugaan keterlibatan oknum Dishub dalam praktik parkir liar di Jakarta Pusat.

Dugaan tersebut muncul setelah polisi mengamankan sejumlah jukir yang memungut uang parkir ilegal dengan atribut menyerupai petugas resmi.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan parkir di Jakarta masih lemah dan harus segera dibenahi secara serius,” kata Jupiter saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jupiter menyebut salah satu pelaku mengaku memperoleh atribut dari seseorang berinisial R yang disebut sebagai koordinator lapangan Dishub.

“Pria itu disebut-sebut sebagai koordinator lapangan Dishub di Jakarta Pusat,” ungkap Jupiter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zurich Catat Rekor Laba Tertinggi pada 2025, Langsung Ungkap Rencana Akuisisi Asuransi Lain
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Testimoni Orang Tua Terhadap Siswa Sekolah Rakyat: Banyak Perubahan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
[Liputan Terlarang] Menjual Darah Demi Bertahan Hidup : Ratapan Pengangguran di Tiongkok
• 34 menit laluerabaru.net
thumb
Gebrakan Natalius Pigai: Komnas HAM Naik Level, Punya Unit Penyidik Agar Bisa Tangani Kasus Sendiri
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Korsel-Jepang Mendadak Ribut, Seoul Panggil Diplomat Tokyo
• 59 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.