jpnn.com, PEKANBARU - Sebanyak 13 ekor gajah Sumatra mengamuk dan menyerang mess karyawan milik perusahaan PT Rara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Minggu 22 Februari 2026.
Peristiwa tersebut mengakibatkan lima unit rumah karyawan rusak serta sejumlah kendaraan mengalami kerusakan berat.
BACA JUGA: Lima Ekor Gajah Mengamuk, Sejumlah Rumah dan Kebun Warga Dirusak, Lihat
Dalam insiden itu, kawanan gajah masuk ke kompleks perumahan karyawan dan merusak satu blok mess yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.
Beberapa sepeda motor milik karyawan juga dipijak hingga hancur.
BACA JUGA: Gajah Mengamuk Ketika Ikut Festival Agama di Sri Lanka, 18 Terluka
Berdasarkan video berdurasi 38 detik yang beredar, terlihat para karyawan berlarian kocar-kacir menyelamatkan diri saat kawanan gajah mendekati kawasan permukiman.
Suasana kepanikan juga terdengar dari teriakan seorang karyawan yang menyebut masih ada warga yang terjebak di dalam rumah.
Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menanggapi insiden itu, Bupati Kabupaten Siak, Afni Zulkifli menyebut peristiwa tersebut sebagai peringatan serius terkait hubungan manusia dengan lingkungan.
“Ini bentuk kemarahan alam. Gajah-gajah liar kemungkinan sudah sangat terganggu dengan aktivitas perusahaan di jalur lintas mereka,” ujarnya.
Afni menilai kejadian tersebut menjadi sinyal bahwa batas ekologi antara habitat satwa liar dan kawasan industri di wilayah Siak semakin menyempit.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut serta langkah mitigasi guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi.
Pihaknya daerah juga berencana melakukan evaluasi terhadap aktivitas perusahaan yang berada di sekitar jalur lintasan satwa serta memperkuat upaya perlindungan habitat guna menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut. (mcr36/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Rizki Ganda Marito




