Trump Tetapkan Batas Waktu, Banyak Negara Mendesak Warganya Segera Tinggalkan Iran

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran, pada Jumat (20 Februari) Jerman, Swedia, Slovakia, dan sejumlah negara lain mendesak warga negaranya yang berada di Iran agar segera dievakuasi. Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Polandia juga mengeluarkan seruan serupa.

Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat. Di tengah perundingan yang sedang berlangsung, pada 19 Februari,  Trump menetapkan batas waktu terakhir, menyatakan bahwa Iran hanya memiliki waktu sekitar 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Jerman: Iran Ancam Akan Membalas

Kementerian Luar Negeri Jerman pada 20 Februari mengeluarkan pernyataan di situs resminya yang menyebutkan :  “Karena perwakilan pemerintah Iran berulang kali mengancam akan melakukan tindakan balasan jika sanksi kembali diberlakukan, kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa kepentingan Jerman dan warga negara Jerman di Iran akan terdampak.”

Pernyataan tersebut juga memperingatkan bahwa saat ini Kedutaan Besar Jerman di Teheran hanya dapat memberikan bantuan konsuler yang terbatas.

Tidak Bisa Evakuasi Massal, Swedia Imbau Segera Pergi

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menulis di platform media sosial X bahwa warga Swedia “harus segera meninggalkan Iran selagi masih ada kesempatan, dan tidak terus menunggu.”

Ia menekankan bahwa saat ini masih dimungkinkan untuk meninggalkan Iran melalui penerbangan atau jalur darat.

 “Warga Swedia harus pergi sekarang, jangan menunggu. Siapa pun yang memilih untuk tetap tinggal harus menanggung risiko besar sendiri. Kementerian Luar Negeri Swedia tidak akan mampu mengorganisasi evakuasi dari Iran,” tegasnya.

Risiko Konflik Besar, Polandia Minta Warga Segera Angkat Kaki

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, pada 19 Februari mengatakan dalam konferensi pers:  “Setiap warga negara Polandia yang masih berada di Iran harus segera meninggalkan negara itu. Dalam kondisi apa pun, tidak seorang pun seharusnya merencanakan perjalanan ke sana.”

Ia menambahkan bahwa kemungkinan terjadinya konflik besar sangat tinggi, dan dalam hitungan jam atau puluhan jam ke depan, evakuasi mungkin tidak lagi memungkinkan. Ini merupakan kali kedua dalam beberapa bulan terakhir pemerintah Polandia menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran.

Pejabat Amerika Serikat pada 14 Februari juga menyatakan bahwa, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, AS telah mengambil langkah pencegahan dengan menarik sebagian personel dari pangkalan-pangkalan penting.

Media Inggris The I Paper melaporkan bahwa, menyikapi kemungkinan serangan oleh Amerika Serikat, Inggris juga sedang menarik sebagian personel dari sebuah pangkalan angkatan udara di Qatar.

Sementara itu, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Iran, pemerintah Italia sejak 14 Januari telah dengan keras menyerukan warga negaranya di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Italia juga menerapkan langkah-langkah perlindungan preventif bagi lebih dari 900 tentaranya yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah.

Kedutaan Besar Prancis di Iran, demi kehati-hatian, telah mengevakuasi staf non-esensial sejak 12 Januari, meski tidak mengungkapkan jumlah pastinya. Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan kepada AFP:  “Struktur kedutaan telah disesuaikan kembali untuk memastikan tugas-tugas dapat dijalankan sesuai dengan perkembangan situasi setempat. Keselamatan personel dan warga negara kami adalah prioritas utama.” (hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendiktisaintek Resmi Catat 160 PPDS Baru, Total Program Dokter Spesialis Tembus 526
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gubernur Sulsel Pastikan Progres Jalan Impa–impa-Anabanua Wajo Capai 95 Persen, Manfaatnya Dirasakan Masyarakat
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Hasil Super League Penuh Kejutan: Persebaya Tersungkur, Arema dan Persis Alami Nasib Serupa
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Singgih Januratmoko DPR Merespons Pembebasan Sertifikasi Halal pada Produk Impor Asal AS
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Menyatukan Perbedaan dalam Alunan Lagu Religi
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.